Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

 

 

A. SEJARAH

Terbentuknya Tim Koordinasi Pelaksana Program Pendidikan Dokter Spesialis (TKP PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tentu tidak terlepas dari sejak kapan dimulainya perjalanan Pendidikan Dokter Spesialis tersebut. Sejak FK USU berhasil menamatkan mahasiswa program pendidikan dokter (dokter umum), maka para dokter umum lulusan FK USU tersebut langsung menjalani PPDS di almamaternya. Beberapa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ada pada tahun 1961 tersebut adalah PPDS llmu Kesehatan Anak di pimpin dan dididik oleh Prof. Jo Kian Tjai, PPDS Bedah oleh Prof. J.O. Picauly, PPDS Obstetri dan Ginekologi oleh Prof. Tan Oen Siang, PPDS Penyakit Dalam oleh Prof. Ahmad Sofian, PPDS Kedokteran Jiwa dan Penyakit Saraf oleh Prof. Mohammad llyas Datuk Raja Enda Mora (lldrem) Siregar. Hal ini menunjukkan bahwa FK USU telah memiliki banyak pengalaman dalam hal mendidik peserta PPDS sejak dulu hingga saat ini.

Namun walaupun telah lama mendidik peserta PPDS, pada awalnya struktur dan koordinasi PPDS di FK USU masih belum tergambar dengan jelas. Hal ini disebabkan oleh Pemerintah Pusat juga belum memiliki peraturan yang jelas mengenai PPDS tersebut. Titik terang mengenai PPDS dimulai sejak dibentuknya Consortium of Medical Sciences (CMS) oleh Pemerintah Pusat pada tahun 1975 yang dipimpin oleh Prof. R. Sjamsuhidajat, dimana CMS tersebut merupakan badan tersendiri dibawah Direkorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang membawahi pendidikan di bidang kedokteran. Selanjutnya oleh Pemerintah Pusat dibentuk suatu badan pengganti CMS yang diberi nama Consortium of Health Sciences (CHS). Program Pendidikan Dokter Spesialis secara terstruktur mulai terlihat di FK USU saat Prof. dr. Helena Siregar, Sp.A.(K) yang merupakan Dekan FK USU juga sekaligus sebagai Koordinator PPDS pada tahun 1989-1993, hal ini diikuti oleh Prof. Aslim Sihotang, Sp.M.(K) yang saat menjabat sebagai Dekan FK USU juga merangkap sebagai Koordinator PPDS pada tahun 1993-1996. Pada periode Prof. dr. Helena Siregar, dr. Sjarikat Tarigan, Sp.A merupakan Sekretaris Koordinator PPDS yang dilanjutkan oleh Prof. dr. Chairuddin P. Lubis, DTM & H, Sp.A.(K). Proses pendidikan pada saat itu masih menggunakan Academic Professional System. Saat Prof. dr. Sutomo Kasiman, Sp.P.D., K.K.V., Sp.J.P. menjadi Dekan FK USU pada tahun 1996, mulai dibentuk suatu struktur tersendiri yang diberi nama TKP PPDS dan dipimpin oleh Prof. dr. Harun Rasyid Lubis, Sp.P.D., K.G.H. hingga tahun 2005. Kepemimpinan beliau diteruskan oleh dr. Zainuddin Amir, M.Ked., Sp.P.(K) hingga tahun 2016, dan dilanjutkan oleh dr. Muhammad Rusda, M.Ked., Sp.O.G.(K) hingga saat ini. Sejak terbentuk TKP PPDS maka proses pendidikan dokter spesialis di FK USU menjadi lebih terkoordinasi dan semakin mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidangnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pulau Sumatera khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

B. PROGRAM STUDI

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran USU sampai dengan bulan Juli 2010 telah menghasilkan 1.634 orang dokter spesialis. Saat ini terdaftar sebanyak 886 orang peserta, yang berada di 18 Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis, yaitu:

1.Ilmu Kesehatan Anak

2.Ilmu Bedah

3.Ilmu Penyakit Dalam

4.Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

5.Ilmu Kesehatan Mata

6.Ilmu Penyakit Paru

7.Ilmu Kedokteran Jiwa

8.Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

9.Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher

10.Patologi Klinik

11.Patologi Anatomi atau https://patologifkusu.wordpress.com/ 

12.Ilmu Kedokteran Kehakiman

13.Ilmu Penyakit Syaraf

14.Ilmu Anestesiologi dan Reanimasi

15.Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

16.Radiologi

17.Ilmu Bedah Syaraf

18.Ilmu Bedah Orthopaedi dan Traumatologi