Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, pada Jumat (01/05/2025), Fakultas Kedokteran USU melaksanakan kegiatan Academic Health System (AHS) atau koordinasi Sistem Kesehatan Akademik bersama enam provinsi, yaitu Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Pada kesempatan kali ini, FK USU terpilih sebagai koordinator AHS Wilayah I yang bertugas mengoordinasikan pendidikan dan kegiatan yang dikaitkan dengan upaya peningkatan pelayanan kesehatan di enam provinsi tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan koordinasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Kegiatan Expo Sistem Kesehatan Akademik Berdampak Tahun 2025 secara resmi dibuka oleh Prof. dr. OVA Emilia, M.Med., Sp.OG(K)., Ph.D., selaku Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dilaksanakan secara hibrida di ruang rapat lantai 1 FK USU. Dekan FK USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K)., dan Wakil Dekan I, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K)., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini melibatkan FK, rumah sakit pendidikan, dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di setiap provinsi dalam mewujudkan AHS untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini mendukung SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antarlembaga dalam bidang kesehatan.
Wakil Dekan I FK USU, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K), juga mengatakan FK USU memiliki peran aktif dalam membantu pelayanan di daerah, di antaranya mengirim dokter residen tahap akhir ke Riau, Kepulauan Riau, dan daerah lainnya untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama pada bidang spesialisasi yang belum tersedia di daerah tersebut. Selain itu, terdapat 14 RSUD yang juga didukung FK USU untuk membantu peningkatan pelayanan kesehatan. FK USU bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut bekerja sama dalam membangun penyediaan sumber daya manusia (SDM), yaitu dokter spesialis di Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan. Ia berharap upaya tersebut dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap ketersediaan tenaga kesehatan di daerah.
“Targetnya adalah peningkatan layanan kesehatan, terutama kita membantu daerah-daerah yang kekurangan SDM kesehatan dan bisa menyelesaikan persoalan kesehatan lainnya. Kegiatan seperti ini hendaknya terus ditindaklanjuti sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. Berbicara tentang AHS tentunya berbicara tentang bagaimana mengintegrasikan suatu sistem kesehatan antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan melalui kerja sama dalam peningkatan layanan kesehatan berbasis kewilayahan,” ungkap dr. Delyuzar.
Kemudian, dr. Delyuzar berharap terjalin kolaborasi yang baik antara Kementerian Kesehatan, Kemendikbudristek, dan Kemendagri sehingga setiap program dapat diselaraskan dan diimplementasikan dalam bentuk kerja nyata, seperti peningkatan kuota dokter dan dokter spesialis, pembentukan program studi spesialis, pengampuan FK, serta pengampuan rumah sakit pendidikan. Program-program tersebut berguna untuk mengisi kesenjangan kebutuhan tenaga kesehatan, terutama dokter dan dokter spesialis di daerah terluar dan terpencil, serta mengembangkan rumah sakit daerah sebagai wahana pendidikan. Upaya ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan pendidikan kedokteran dan SDGs 3 melalui pemerataan tenaga kesehatan.
Materi pertama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, MT, Oj, selaku Direktur SDM Ditjen Dikti Kemendikbudristek, dengan judul Bagaimana Sistem Kesehatan Akademik Berdampak. Kegiatan dilanjutkan oleh Ketua Kelompok Kerja Nasional AHS, Prof. Dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K), yang membahas Pengembangan Academic Health System, serta pemaparan dari masing-masing Koordinator Wilayah AHS (SKA).
PIC Wilayah I, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K), menjelaskan bahwa Wilayah I merupakan wilayah yang terbentuk paling belakangan dengan cakupan enam provinsi. Ia menjelaskan bahwa beberapa fakultas kedokteran di Wilayah I mengembangkan pelayanan kesehatan dengan jumlah dokter spesialis terbatas melalui penempatan residen senior secara mandiri. FK USU juga mengirimkan residen senior ke wilayah Sumatera Utara serta rumah sakit di Provinsi Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. Hal ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap pelayanan kesehatan di daerah yang kekurangan dokter spesialis.
Selain berkolaborasi dengan dinas kesehatan, rumah sakit, dan fakultas kedokteran, FK USU juga mengampu FK baru seperti FK Helvetia dan FK Imelda serta mendukung persiapan FK UNIMED. Dalam meningkatkan program kesehatan masyarakat, FK USU melakukan riset bersama dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia, khususnya di Wilayah I. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 melalui upaya penanggulangan penyakit menular dan SDGs 17 melalui kolaborasi dalam penelitian kesehatan.