home icon
search icon
menu icon

> Berita > FK USU Pimpin Upaya Mitigasi dan Pelayanan Kesehatan di Zona Merah Tapanuli Tengah

FK USU Pimpin Upaya Mitigasi dan Pelayanan Kesehatan di Zona Merah Tapanuli Tengah

Dipublikasi Pada

05 Desember 2025

Dipublikasi Oleh

Khairul Azmi

FK USU Pimpin Upaya Mitigasi dan Pelayanan Kesehatan di Zona Merah Tapanuli Tengah
Thumbnail FK USU Pimpin Upaya Mitigasi dan Pelayanan Kesehatan di Zona Merah Tapanuli Tengah
Ketua PAPDI Sumut sekaligus Sekretaris Prodi Subspesialis (Sp-2) Ilmu Penyakit Dalam, dr. M. Aron Pase, Sp.PD, KEMD, menegaskan bahwa misi mitigasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan wilayah terdampak berat segera memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), bersama organisasi profesi PAPDI Sumatera Utara, Perdatin (Anestesi), dan Radiologi, dengan dukungan Kemendiktisaintek serta TNI, melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Tapanuli Tengah pada Kamis (4/12/2025). Misi ini memasuki hari kesembilan pascabencana dan berperan sebagai tim mitigasi awal yang bertugas membuka akses bagi pendirian posko pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI, RSU Pandan, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

 

Tim medis FK USU dipimpin oleh dr. M. Aron Pase, Sp.PD, KEMD, yang merupakan Sekretaris Prodi Subspesialis (Sp-2) Ilmu Penyakit Dalam dan Ketua PAPDI Sumut. Ia didampingi oleh dr. Dedy Dwi Putra, Sp.Rad, Ketua Program Studi Spesialis Radiologi, serta tenaga kesehatan TNI dan para kolega dari berbagai profesi kesehatan. Rombongan berangkat dari Medan menggunakan pesawat Hercules yang disediakan oleh TNI AU dan langsung menuju RSU Pandan setibanya di Tapanuli Tengah untuk melakukan konsolidasi dengan Dinas Kesehatan Tapteng, unsur kesehatan TNI AD, serta jajaran manajemen RSU Pandan. 

 

Hasil koordinasi menunjukkan bahwa wilayah prioritas berada pada zona merah, yaitu Kecamatan Tukka dan Kecamatan Hutanabolon. Kedua daerah tersebut masih mengalami genangan banjir, layanan kesehatan belum berjalan, serta akses air bersih dan listrik terputus. Di lapangan, tim menemukan kerusakan berat pada permukiman dan fasilitas umum dengan estimasi sekitar 70 persen area terdampak serius. Keluhan kesehatan warga didominasi penyakit kulit, ISPA, trauma kaki, diare, dan dispepsia, yang semakin diperparah oleh ketiadaan air bersih dan listrik.

 

Ketua PAPDI Sumut sekaligus Sekretaris Prodi Subspesialis (Sp-2) Ilmu Penyakit Dalam, dr. M. Aron Pase, Sp.PD, KEMD, menegaskan bahwa misi mitigasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan wilayah terdampak berat segera memperoleh layanan kesehatan yang memadai. “Daerah zona merah seperti Tukka dan Hutanabolon membutuhkan respon cepat karena seluruh akses layanan kesehatan, listrik, dan air bersih terhenti. Tim mitigasi ini kami tempatkan untuk membuka jalan berdirinya posko kesehatan agar layanan terstruktur dapat segera berjalan. Kolaborasi antara FK USU, organisasi profesi, Kemendiktisaintek, TNI, dan pemerintah daerah sangat menentukan agar bantuan medis tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkapnya.

 

 

Berita