home icon
search icon
menu icon

> Berita > Forum Guru Besar FK USU Soroti Kebijakan Menkes, Desak Pergantian Menkes

Forum Guru Besar FK USU Soroti Kebijakan Menkes, Desak Pergantian Menkes

Dipublikasi Pada

17 Juni 2025

Dipublikasi Oleh

Khairul Azmi

Forum Guru Besar FK USU Soroti Kebijakan Menkes, Desak Pergantian Menkes
Thumbnail Forum Guru Besar FK USU Soroti Kebijakan Menkes, Desak Pergantian Menkes
Forum Guru Besar menyampaikan keprihatinan melalui surat resmi, menegaskan bahwa ini bukan reaksi emosional melainkan tanggung jawab moral. Mereka menolak reformasi yang mengabaikan dialog, partisipasi, dan kaidah ilmiah. Reformasi kesehatan dinilai harus berbasis data, profesionalisme, dan keadilan sosial.

Prof. Dr. Guslihan Dasa Tjipta, Sp.A(K)., mewakili guru besar Fakultas Kedokteran USU menyampaikan desakan kepada Presiden untuk segera mencopot Menteri Kesehatan saat ini. Desakan ini disampaikan dalam forum pernyataan sikap keprihatinan Bersuara Luruskan Nurani Bangsa yang diadakan lagi di Ruang Rapat Lt. 1 (Lobby 1) Fakultas Kedokteran USU pada Kamis, 12 Juni 2025.

 

Forum ini merupakan lanjutan dari pernyataan keprihatinan yang sebelumnya diadakan pada Selasa, 20 Mei 2025. Desakan ini kembali timbul karena kekecewaan mendalam terhadap kebijakan dan gaya kepemimpinan Menkes yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Prof. Guslihan juga menyampaikan kritik tajam kepada gaya kepemimpinan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang dianggap tidak mengindahkan dialog dan partisipasi dari pemangku kepentingan kesehatan, termasuk organisasi profesi dan dunia akademik.

 

Prof. Guslihan juga menyesalkan Keputusan menkes yang mengutamakan pengadaan alat kesehatan yang memiliki harga tinggi, daripada mementingkan pelayanan dasar dan pendidikan kedokteran belum tertangani dengan baik.

 

“Kalau seperti ini, Menkes saat ini itu lebih pas disebut Menteri Perdagangan Kesehatan. Karena beliau leboh fokusnya bukan ke system pelayanan, tapi belanja alat dan kejar target finansial rumah sakit,” tegasnya.

 

Kritik lainnya menyinggung kinerja Menkes yang dirasa mengintervensi urusan pendidikan kedokteran yang secara independen menyusun juga mengatur standar pendidikan oleh kolegium profesi kedokteran.

 

Hal tersebut dipandang sebagai pelemahan otoritas akademik dan profesionalisme tenaga medis. Prof Guslihan meminta Presiden terpilih Prabowo Subianto segera bertindak, karena tanpa pergantian di Kementerian Kesehatan, kualitas pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan masyarakat dikhawatirkan semakin menurun.

 

Forum Guru Besar menyampaikan keprihatinan melalui surat resmi, menegaskan bahwa ini bukan reaksi emosional melainkan tanggung jawab moral. Mereka menolak reformasi yang mengabaikan dialog, partisipasi, dan kaidah ilmiah. Reformasi kesehatan dinilai harus berbasis data, profesionalisme, dan keadilan sosial.

 

Forum juga mengkritik narasi Kementerian Kesehatan yang justru memecah masyarakat serta merusak hubungan dengan organisasi profesi. Sebanyak 372 guru besar menyatakan tidak lagi berharap pada Budi Gunadi Sadikin dalam memimpin reformasi kesehatan nasional. 

 

“Kami mengapresiasi pernyataan Bapak Presiden Prabowo yang menghargai peran para guru besar, namunkami juga menuntut langkah nyata dalam memperbaiki kebijakan kesehatan. Kesehatan merupakan hak dasar rakyat, bukan komoditas pasar, dan menolak reformasi yang abai terhadap akses serta kualitas layanan dasar.” ujar Prof. Guslihan.

Berita