Tim dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dengan mengangkat tema “Deteksi Dini dan Edukasi Penyakit Hipertensi dan Diabetes”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 18 Juli 2025, di SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesadaran terhadap pencegahan penyakit tidak menular.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang yang terdiri atas guru, tenaga tata usaha, dan pegawai kependidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Prof. Dr. dr. Rina Amelia, MARS., Sp.KKLP., dengan anggota Prof. Dr. dr. Juliandi Harahap, MA., Sp.KKLP., dr. Hendri Wijaya, M.Ked(Ped)., Sp.A(K)., dan dr. Yuki Yunanda, M.Kes. Adapun mahasiswa FK USU yang turut serta dalam kegiatan ini adalah Sri Handayani, Ain Heidi, Jesselyn Tanoto, Michele Adelyn, dan Sona Syaifara.

Pengabdian kepada masyarakat ini membahas dua penyakit tidak menular, yaitu hipertensi dan diabetes. Meskipun tidak menular, jumlah penderita kedua penyakit ini menunjukkan peningkatan setiap tahunnya di Indonesia. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita baru menyadarinya setelah mengalami komplikasi serius, seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan.

Prof. Rina Amelia mengatakan bahwa keterbatasan informasi mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pengelolaan hipertensi dan diabetes menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah kondisi tersebut.

“Banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara cek tekanan darah dan kadar gula darah secara mandiri, serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang tidak normal. Kesibukan aktivitas dalam menjalankan tugas sering kali menyebabkan kurangnya perhatian terhadap kesehatan diri sendiri,” ujar beliau.

Kegiatan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan berupa pemeriksaan berat badan dan tinggi badan untuk menilai indeks massa tubuh (IMT) sebagai indikator risiko obesitas dan faktor pemicu hipertensi serta diabetes. Selain itu, dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, dan kolesterol, serta edukasi kesehatan mengenai faktor risiko dan pencegahan hipertensi dan diabetes melalui pengaturan pola makan dan olahraga. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui deteksi dini dan edukasi pencegahan penyakit tidak menular.

“Dengan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini, tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang faktor risiko dan cara pencegahan hipertensi dan diabetes,” tambah Prof. Rina.