home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING KESEHATAN JANTUNG ANAK DI KABUPATEN LABUHAN BATU

Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING KESEHATAN JANTUNG ANAK DI KABUPATEN LABUHAN BATU

Dipublikasi Pada

15 November 2023

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING KESEHATAN JANTUNG ANAK  DI KABUPATEN LABUHAN BATU
Thumbnail Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING KESEHATAN JANTUNG ANAK DI KABUPATEN LABUHAN BATU

Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sumatera Utara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Pusat Jantung Terpadu, serta Yayasan Jantung Indonesia, mengadakan kegiatan Bakti Sosial pada Senin, 12 Juni 2023 di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan yaitu:

  • Skrining Penyakit Jantung Bawaan, Penyakit Jantung Rematik, Hipertensi Pulmonal, dan Aritmia.

  • Pelatihan Bantuan Hidup Dasar.

  • Penyuluhan Awam.

  • Pemeriksaan Skrining Metabolik.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari staf Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, PPDS Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, anggota PERKI SUMUT, dan Pemerintah Daerah Labuhan Batu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan secara simultan pada Senin, 12 Juni 2023 di dua tempat yaitu SMP N 1 Rantauprapat dan Asrama Haji Rantauprapat. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini berupa skrining penyakit jantung rematik/valvular, hipertensi pulmonal, dan pelatihan BHD.

Penyakit kardiovaskular sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan global. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan angka kematian karena penyakit kardiovaskular (CVD) sebesar 17,7 juta orang setiap tahunnya dan berperan dalam 31% seluruh kematian global. Penyakit jantung di Indonesia merupakan hal yang kompleks. Hal ini dapat terjadi pada masyarakat diakibatkan gaya hidup sedenteri ataupun diakibatkan infeksi pada jantung yang masih tinggi prevalensinya di negara berkembang seperti di Indonesia. Berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan sekitar 883.447 orang, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/gejala sebesar 1,5%.

Kami melakukan skrining dengan menggunakan pemeriksaan echocardiography, yang memungkinkan kami untuk mengevaluasi fungsi dan struktur jantung serta pembuluh darah jantung. Dengan mendeteksi kelainan jantung sejak dini, harapannya adalah mencegah perkembangan penyakit jantung yang lebih serius di masa depan. Selain itu, kami juga melakukan skrining untuk penyakit jantung rematik, hipertensi pulmonal, dan aritmia.

Selain itu, kami menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar di lokasi tersebut. Berapa banyak peserta yang mengikuti pelatihan ini? Penting bagi masyarakat umum untuk memahami pentingnya pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD adalah keterampilan yang krusial dalam menjaga nyawa seseorang saat menghadapi situasi darurat atau ancaman terhadap nyawa. Pelatihan BHD dapat dilakukan oleh tenaga medis maupun oleh individu biasa yang telah menerima pelatihan. BHD merupakan rangkaian tindakan untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti jantung, gangguan pernapasan, henti napas, atau sumbatan jalan napas.

Bantuan hidup dasar sangat penting untuk segera diberikan pada orang yang tidak sadar dan tidak bernapas. Diharapkan kegiatan ini dapat membekali masyarakat dengan keterampilan tersebut yang berguna untuk menyelamatkan nyawa orang saat dihadapkan pada situasi darurat sebelum mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari dokter.

Kami juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat umum di lokasi tersebut. Kami menyampaikan informasi tentang Penyakit Jantung Koroner, Diabetes Melitus danĀ  Penyakit Jantung Bawaan Kritis. Pengetahuan ini sangat penting bagi masyarakat karena beberapa faktor risiko terkait dengan penyakit-penyakit tersebut dapat dihindari dan dimodifikasi, sehingga potensi perburukan di masa depan dapat diminimalkan. Kami ingin tahu berapa banyak peserta yang mengikuti penyuluhan ini secara aktif. Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menjadi lebih teredukasi tentang penyakit-penyakit tersebut.

Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan skrining metabolik pada peserta. Pemeriksaan ini melibatkan pengukuran kadar gula darah dan kolesterol. Jika tidak terkendali, kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit seperti serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, penyakit arteri karotis, serangan jantung mendadak, penyakit arteri perifer, dan penyakit mikrovaskuler di masa depan. Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada peserta tentang faktor risiko yang perlu dihindari, seperti kegemukan, gaya hidup kurang aktif, kurangnya aktivitas fisik rutin, penggunaan alkohol, merokok, obat-obatan terlarang, diabetes tipe 2, penyakit tiroid, penyakit ginjal atau hati kronis, usia lanjut, pola makan berlemak dan tinggi gula, serta riwayat keluarga dengan dislipidemia. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, kami berharap peserta dapat mengadopsi gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat guna mencegah penyakit-penyakit tersebut di masa depan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari staf Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, PPDS Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, anggota PERKI SUMUT, dan Pemerintah Daerah Labuhan Batu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan secara simultan pada Senin, 12 Juni 2023 di dua tempat yaitu SMP N 1 Rantauprapat dan Asrama Haji Rantauprapat. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini berupa skrining penyakit jantung rematik/valvular, hipertensi pulmonal, dan pelatihan BHD.

Berita