home icon
search icon
menu icon

Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Program Pendidikan Dokter Spesialis (Sp-1)

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.

ornament

Peminatan

Berikut adalah daftar peminatan yang terdapat pada Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Kardiologi Klinik

Kardiologi Klinik

Kardiologi Klinik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang mempelajari pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah pada pasien dewasa dan anak-anak. Kelompok ini juga mempelajari faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan merokok. Mereka menggunakan tes diagnostik, seperti elektrokardiogram (EKG), echocardiogram, dan tes stres, untuk membantu mendiagnosis penyakit jantung dan menentukan pengobatan yang tepat. Kardiologi Klinik bekerja sama dengan ahli jantung bedah dan ahli gizi untuk memberikan perawatan terintegrasi yang komprehensif kepada pasien. Tujuan utama dari Kardiologi Klinik adalah memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Mahasiswa diarahkan untuk memahami patofisiologi penyakit kardiologis dan menerapkan pengetahuan mereka dalam membuat diagnosis yang tepat serta merencanakan dan memberikan pengelolaan yang efektif. Bidang ini memiliki peran penting dalam merawat pasien dengan penyakit kardiologis, membantu mereka memahami kondisi mereka, dan mengoptimalkan kualitas hidup.
Invasif dan Intervensi Non Bedah

Invasif dan Intervensi Non Bedah

Invasif dan Intervensi Non Bedah dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempelajari teknik intervensi non-bedah untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung dan pembuluh darah. Kelompok ini menggunakan teknik invasif, seperti kateterisasi jantung, angiografi, dan angioplasti untuk memperbaiki penyumbatan pada arteri koroner dan mencegah serangan jantung. Mereka juga menggunakan teknik non-invasif, seperti elektrofisiologi, untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan irama jantung. Kelompok Invasif dan Intervensi Non Bedah bekerja sama dengan ahli kardiologi klinik dan ahli jantung bedah untuk memberikan perawatan terintegrasi yang terbaik kepada pasien. Tujuan utama dari Invasif dan Intervensi Non Bedah adalah memberikan solusi medis yang efektif dan invasif minimal untuk pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Mahasiswa diarahkan untuk memahami indikasi, kontraindikasi, risiko, manfaat, dan perawatan pasca-intervensi dari prosedur-prosedur ini. Bidang ini memiliki peran kunci dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat kepada pasien dengan masalah kardiologis, memperbaiki aliran darah ke jantung, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan

Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan

Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempelajari pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah yang terjadi pada anak-anak. Kelompok ini memfokuskan diri pada penyakit jantung bawaan, yaitu kelainan jantung yang terjadi sejak lahir atau saat bayi masih dalam kandungan. Mereka menggunakan tes diagnostik seperti echocardiogram, elektrokardiogram (EKG), dan tes stres untuk mendiagnosis penyakit jantung dan menentukan pengobatan yang tepat. Kelompok Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan bekerja sama dengan ahli bedah jantung anak dan ahli gizi untuk memberikan perawatan terintegrasi yang komprehensif kepada pasien. Tujuan utama dari Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan adalah memberikan perawatan yang komprehensif dan terbaik bagi anak-anak dengan penyakit jantung bawaan. Mahasiswa dilatih untuk melakukan evaluasi holistik dan merencanakan perawatan yang sesuai dengan usia dan kondisi khusus pasien pediatric. Bidang ini memiliki peran penting dalam membantu anak-anak yang lahir dengan kelainan jantung untuk hidup sehat dan berkualitas.
Kardiologi Intensif dan Kegawatdaruratan Kardiovaskular

Kardiologi Intensif dan Kegawatdaruratan Kardiovaskular

Kardiologi Intensif dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempelajari penanganan pasien dengan kondisi kritis yang memerlukan perawatan intensif. Kelompok ini memfokuskan diri pada penanganan pasien dengan serangan jantung, gagal jantung, aritmia jantung, dan gangguan irama jantung lainnya. Mereka menggunakan teknologi mutakhir, seperti peralatan ventilasi mekanik, monitor tekanan darah arteri, dan kateterisasi jantung untuk memonitor dan merespons kondisi pasien dengan cepat. Kelompok Kardiologi Intensif bekerja sama dengan ahli kardiologi klinik, ahli jantung bedah, dan tim medis lainnya untuk memberikan perawatan terintegrasi yang tepat kepada pasien. Tujuan utama dari Kardiologi Intensif dan Kegawatdaruratan Kardiovaskular adalah menyelamatkan nyawa pasien dengan penyakit jantung akut dan kondisi kardiovaskular darurat. Mahasiswa diajarkan untuk bekerja dengan tim medis multidisiplin dalam menanggapi kondisi darurat dengan cepat dan efektif. Bidang ini memiliki peran kritis dalam memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik di saat-saat genting.
Aritmia

Aritmia

Aritmia dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempelajari gangguan irama jantung, termasuk bradikardia, takikardia, fibrilasi atrium, dan flutter atrium. Kelompok ini memanfaatkan teknologi seperti elektrofisiologi dan monitor Holter untuk mendiagnosis dan merencanakan perawatan yang tepat. Mereka juga menggunakan prosedur non-bedah, seperti ablasi kateter dan pemasangan alat pacu jantung, serta pengobatan farmakologis untuk mengontrol irama jantung yang abnormal. Kelompok Aritmia bekerja sama dengan ahli kardiologi klinik dan ahli bedah jantung untuk memberikan perawatan terintegrasi yang komprehensif dan membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan utama dari kelompok keilmuan Aritmia adalah memberikan perawatan yang optimal bagi pasien dengan gangguan irama jantung. Mahasiswa dilatih untuk merencanakan strategi pengobatan yang sesuai, memantau perkembangan pasien, dan melakukan tindak lanjut secara teratur untuk memastikan bahwa irama jantung kembali normal dan pasien dapat menjalani hidup sehari-hari secara fungsional. Bidang ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita aritmia.
Kedokteran Vaskular

Kedokteran Vaskular

Kedokteran Vaskular dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempelajari gangguan pada pembuluh darah, termasuk penyakit arteri koroner, aterosklerosis, trombosis, dan varises. Mereka menggunakan teknologi seperti ultrasonografi vaskular dan angiografi untuk mendiagnosis dan merencanakan perawatan yang tepat. Kelompok ini juga menggunakan prosedur bedah seperti endarterektomi dan bypass arteri untuk mengobati penyakit vaskular yang parah. Kelompok Kedokteran Vaskular bekerja sama dengan ahli kardiologi, ahli bedah vaskular, dan ahli radiologi untuk memberikan perawatan terintegrasi yang komprehensif dan membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mencegah terjadinya komplikasi serius dari gangguan pada pembuluh darah. Selain itu, penelitian dalam kedokteran vaskular bertujuan untuk memahami penyebab dan faktor risiko penyakit vaskular, mengembangkan terapi inovatif, dan meningkatkan perawatan pasien. Mahasiswa dilatih untuk memahami dinamika pembuluh darah dan berkolaborasi dengan tim multidisiplin dalam merawat pasien dengan penyakit vaskular.
Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular

Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular

Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah bertujuan untuk mencegah penyakit kardiovaskular dengan mengidentifikasi faktor risiko dan merancang program intervensi yang sesuai. Dalam program ini, mahasiswa memahami faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, obesitas, dan gaya hidup tidak sehat. Mereka mempelajari strategi preventif termasuk edukasi pasien, promosi gaya hidup sehat, manajemen diet, dan program latihan fisik yang sesuai. Rehabilitasi kardiovaskular memfokuskan pada pemulihan pasien setelah mengalami kejadian jantung atau intervensi bedah. Mahasiswa memahami rencana rehabilitasi yang mencakup pemantauan medis, pemulihan fisik, konseling psikologis, manajemen stres, dan perubahan gaya hidup untuk mendukung pemulihan optimal. Penelitian dalam kelompok keilmuan ini berfokus pada pengembangan metode efektif dalam pencegahan dan rehabilitasi pasien dengan penyakit kardiovaskular. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, mengurangi risiko kekambuhan, dan mengoptimalkan proses penyembuhan.
Non Invasif Ekokardiografi dan Pencitraan Kardiovaskular

Non Invasif Ekokardiografi dan Pencitraan Kardiovaskular

Non Invasif Ekokardiografi dan Pencitraan Kardiovaskular dalam Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah mempelajari penggunaan teknologi pencitraan non-invasif untuk menganalisis struktur dan fungsi jantung serta sistem pembuluh darah. Tujuan utamanya adalah memahami dan menguasai teknologi pencitraan yang digunakan untuk diagnosis dan pemantauan penyakit kardiovaskular. Mahasiswa dalam kelompok keilmuan ini mempelajari prinsip dan teknik ekokardiografi, MRI (Magnetic Resonance Imaging), CT (Computed Tomography), dan teknologi pencitraan lainnya. Mereka memahami interpretasi hasil pencitraan dan penerapannya dalam diagnosis penyakit jantung dan kondisi pembuluh darah. Pencitraan non-invasif menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi struktur jantung, fungsi kontraktilitas, aliran darah, dan keadaan katup jantung tanpa memerlukan intervensi invasif. Hal ini memungkinkan perencanaan pengobatan yang lebih baik dan pemantauan progresi penyakit dengan risiko minimal bagi pasien. Penelitian dalam kelompok keilmuan ini mencakup pengembangan teknologi pencitraan terbaru, pengoptimalan teknik pencitraan yang ada, dan evaluasi keakuratan diagnosis dengan membandingkan hasil pencitraan dengan metode lainnya. Upaya ini bertujuan untuk memajukan teknologi pencitraan yang mendukung diagnosis dini, pengobatan yang tepat, dan pemantauan yang akurat bagi pasien dengan penyakit kardiovaskular.
ornament

Biaya Studi

Berikut adalah biaya studi Program Studi Sp-1 Ilmu Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah
Spesialis Jantung Reguler
Rp15.500.000 Per Mahasiswa / 1 Semester
Spesialis Jantung Iuran Pengembangan Institusi (IPI) (Khusus Jalur Mandiri)
Rp31.500.000 Sekali Bayar
Spesialis Jantung Sumbangan Pengembangan Pendidikan
Rp15.000.000 Per Mahasiswa / 1 Semester
Spesialis Jantung Dana Kelengkapan Akademik
Rp31.500.000 Per mahasiswa/ 1 semester
ornament

Capaian Pembelajaran

Dalam kesehariannya, Program Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dan Kedokteran FK USU bekerja sama secara sinergis dengan pilar kardiovaskular di Indonesia lainnya, yaitu Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI), dalam melakukan pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat secara berkesinambungan. Dengan begitu, Program Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dapat:

Capaian Pembelajaran
1 Menghasilkan lulusan bermutu yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, dan seni, berdasarkan moral, agama, serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
2 Menghasilkan penelitian inovatif yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, dan seni dalam lingkup nasional dan internasional.
3 Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemberdayaan masyarakat secara inovatif agar masyarakat mampu menyelesaikan masalah secara mandiri dan berkelanjutan.
4 Mewujudkan kemandirian yang adaptif, kreatif, dan proaktif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan pembangunan, baik secara nasional maupun secara internasional.
5 Meningkatkan mutu manajemen pembelajaran secara berkesinambungan untuk mencapai keunggulan dalam persaingan dan kerja sama nasional dan internasional;.
6 Menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam membangun masyarakat madani Indonesia.
7 Mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.