Delegasi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Ilmiah pada Expo & Seminar Ilmiah Tahunan (EXIT) MRC 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand). Kegiatan ini berlangsung pada 14–16 Februari 2025 dengan mengangkat tema “Bridging Science and Treatment: Making Advancements in the Treatment of Neuropsychiatric Disorders”.
EXIT MRC 2025 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penelitian dan inovasi mahasiswa kedokteran serta mempromosikan karya ilmiah yang berkualitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dalam melakukan penelitian, menganalisis data, serta menyajikan hasil penelitian secara efektif. Event ini juga menghadirkan berbagai cabang perlombaan, seperti Literature Review, Poster Publik, Video Edukasi, Esai Ilmiah, serta Seminar Nasional.
Expo & Seminar Ilmiah Tahunan (EXIT) merupakan ajang ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Medical Research Club (MRC) BEM-KM Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, penelitian, dan inovasi di bidang kesehatan.
Prestasi ini diraih oleh dua delegasi FK USU, yaitu Masyithoh Sausan Amjaddina dan Afiq Triyandi Hakam. Keduanya mengikuti Lomba Esai Ilmiah dengan karya berjudul “Potensi Pengiriman Levodopa Berbasis Nanopartikel Magnetoelektrik sebagai Terapi Non-Invasive Minimalis pada Penderita Parkinson”.
Pencapaian tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa FK USU dalam mengembangkan kemampuan penelitian dan menghasilkan gagasan inovatif yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam bidang neuropsikiatri.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education, melalui penguatan budaya penelitian, kemampuan analisis ilmiah, dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas.
Selain itu, inovasi yang diangkat dalam karya ilmiah mengenai pengembangan terapi Parkinson turut mendukung SDG 3: Good Health and Well-being. Pengembangan pendekatan terapi yang inovatif diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi penderita gangguan neurodegeneratif.