Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu kedokteran melalui partisipasi akademisi dalam forum ilmiah lintas institusi. Dr. dr. Ririe Fachrina Malisie, Sp.A, Subsp. E.T.I.A.(K), akademisi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) pada Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan akademik tersebut mengangkat tema “Local to International Experience in Critically Ill Children Ventilation Management”. Tema ini membahas salah satu aspek penting dalam penanganan pasien anak dengan kondisi kritis, khususnya terkait manajemen ventilasi mekanis. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai pendekatan klinis dalam penanganan pasien anak yang membutuhkan dukungan ventilasi serta mengembangkan praktik dan pengalaman di tingkat lokal maupun internasional.

Dalam paparannya, Dr. dr. Ririe Fachrina Malisie membagikan pengalaman akademik dan klinis yang diperolehnya dalam penanganan pasien anak kritis. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek teknis manajemen ventilasi, tetapi juga bagaimana tenaga kesehatan dapat menyesuaikan penerapan prinsip-prinsip tatalaksana dengan kondisi klinis dan ketersediaan sumber daya. Pengalaman tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya penerapan praktik berbasis bukti (evidence-based practice) dalam mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat.

Pertukaran pengetahuan melalui forum ilmiah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak. Diskusi mengenai manajemen ventilasi pada pasien kritis turut membuka ruang bagi akademisi dan tenaga kesehatan untuk memahami perkembangan ilmu serta tantangan dalam penerapan tatalaksana yang optimal. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 3: Good Health and Well-Being, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, termasuk bagi anak-anak yang membutuhkan perawatan intensif.

Dari sisi pendidikan, keterlibatan akademisi FK USU sebagai narasumber dalam forum ilmiah lintas perguruan tinggi juga mendukung pengembangan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan. Transfer pengetahuan dan pengalaman klinis memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperkaya wawasan serta memahami perkembangan keilmuan yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan dan praktik kedokteran. Hal ini selaras dengan SDG 4: Quality Education, terutama dalam mendorong pendidikan yang berkualitas, pengembangan kompetensi, serta pembelajaran sepanjang hayat bagi tenaga profesional di bidang kesehatan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung kemajuan ilmu kedokteran di Indonesia. Interaksi akademik antara FK USU dan FK UNSRI menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring keilmuan, serta membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Semangat tersebut sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Partisipasi Dr. dr. Ririe Fachrina Malisie dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen FK USU untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran, baik melalui lingkungan akademik internal maupun forum ilmiah bersama institusi lain. Berbagi pengalaman lokal hingga internasional diharapkan dapat memperkuat budaya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman, tepat, dan berkualitas, khususnya bagi pasien anak dengan kondisi kritis.