Medan, 1 September 2026 – Fakultas Kedokteran USU bersama RS. Adam Malik melaksanakan pertemuan koordinasi untuk membahas penyusunan action plan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan klinis, khususnya yang melibatkan Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan mahasiswa kepaniteraan klinik (koas). Kegiatan berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Wakil Dekan FK USU.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan Direktur Jenderal Kesehatan pada Juli 2026 yang menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan penyelenggaraan pendidikan klinis di RSUP H. Adam Malik. Melalui pertemuan tersebut, FK USU dan RSUP H. Adam Malik memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan klinis yang aman, profesional, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Pertemuan dihadiri oleh dr. Faisal Habib, Sp.JP(K), FIHA dan Dr. dr. Iskandar Nasution, Sp.S(K), FINS, serta disambut oleh para Wakil Dekan FK USU. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dengan pembahasan yang berfokus pada langkah-langkah konkret dan terukur dalam pencegahan serta penanganan perundungan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam penyusunan action plan, antara lain penguatan sistem pencegahan, mekanisme pelaporan dan penanganan kasus, perlindungan serta pendampingan peserta didik, hingga pengawasan terhadap interaksi dalam lingkungan pendidikan klinis. Upaya ini diharapkan dapat membangun budaya akademik dan profesional yang mengedepankan rasa saling menghormati serta menjunjung tinggi etika dan keselamatan peserta didik.
Penguatan lingkungan pendidikan klinis yang aman turut mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, melalui terciptanya lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun psikososial peserta didik. Upaya tersebut juga sejalan dengan SDG 4: Quality Education, dengan memastikan proses pendidikan berlangsung dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan bermutu.

Kolaborasi FK USU dan RSUP H. Adam Malik dalam penyusunan action plan ini sekaligus mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan perundungan yang terintegrasi dan berkelanjutan.