Fakultas Kedokteran USU menggelar acara Pelantikan serta Pengambilan Sumpah 160 Dokter pada Program Studi Pendidikan dan Profesi Dokter Periode III T.A. 2024/2025 yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa USU pada Rabu, 5 Februari 2025.
Sebanyak 160 dokter baru yang disumpah terdiri dari 103 wanita dan 57 pria. Dari jumlah tersebut, sekitar 97 orang meraih predikat cumlaude. Hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi Fakultas Kedokteran USU.
Dekan FK USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K), mengatakan bahwa pengambilan sumpah dokter merupakan bagian dari persiapan awal para lulusan untuk mulai mengabdikan diri kepada masyarakat. Hendaknya pernyataan sumpah tidak hanya dilafalkan, tetapi juga selalu diingat karena memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap alumni, mulai saat ini hingga akhir hayatnya. Hal ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui komitmen dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Beliau juga menambahkan bahwa para lulusan memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, menjunjung tinggi etika, dan mematuhi seluruh aturan. Dokter baru akan mendapatkan pelatihan melalui program intensif yang dibimbing oleh para dokter pembimbing selama satu tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kompetensi dan keterampilan dokter secara berkelanjutan.
“Kalian akan selalu dituntut untuk bekerja secara profesional, selalu menjunjung tinggi etika, dan mematuhi semua peraturan. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing, jaga nama baik almamater, dan jangan lupa untuk selalu menjaga komunikasi,” ujar Prof. Aldy.
“Kita selalu berusaha mengawasi pelaksanaan pendidikan di semua jenjang. Masing-masing program studi di FK USU bertanggung jawab sehari-hari mengawasi proses pelaksanaan pendidikan,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengawasan dan peningkatan mutu pendidikan kedokteran.
Pada kesempatan kali ini, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang hadir langsung sekaligus sebagai perwakilan dari orang tua salah satu dokter yang disumpah, menyampaikan pesan mendalam mengenai profesi dokter dan komitmen dalam dunia kedokteran. Ia menuturkan pentingnya peran dokter dalam menentukan kualitas sistem kesehatan.
“Kita tahu bahwa persoalan kesehatan menjadi persoalan fondasi yang paling utama. Karena itu, faktor yang paling menentukan apakah fondasi kesehatan kita baik atau tidak, berkaitan dengan tenaga medis, adalah posisi dokter. Ketika memilih prodi kedokteran, itu niat baik, komitmen, ketika itu sudah didapat maka harus dituntaskan,” tuturnya. Hal ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peran dokter dalam mendukung kualitas sistem kesehatan.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran akademik atas dedikasi dalam membimbing para mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa tanpa kontribusi tenaga medis, termasuk dokter, sebuah masyarakat tidak akan mampu berkembang dengan baik.
dr. Muhammad Alfian Fachrezi, salah satu dokter baru yang dilantik, mengungkapkan bahwa selama menempuh pendidikan, kekuatan fisik dan ketahanan mental menjadi aspek penting. Proses yang dijalani bukan sekadar tantangan, melainkan pembelajaran. Ia juga mengatakan keberhasilannya tidak lepas dari peran para dosen, orang tua, serta karunia Tuhan.