Rabu (15/10/2025) — Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) resmi menerima 13 dosen tetap baru yang berasal dari berbagai latar belakang spesialisasi kedokteran. Kehadiran para dosen ini menambah kekuatan akademik FK USU dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan penyambutan yang berlangsung di Ruang Rapat Lt. 1 FK USU, Dekan Penambahan tenaga pendidik ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Melalui penguatan sumber daya manusia akademik, FK USU berupaya meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, memperkuat kompetensi calon dokter dan tenaga ahli kesehatan, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam membangun sistem pendidikan dan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan penyambutan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 FK USU, Dekan Fakultas Kedokteran USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K), menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas bergabungnya para tenaga pendidik baru ke dalam keluarga besar FK USU.
“Selamat bergabung kepada seluruh dosen baru. FK USU terus berkembang menjadi fakultas yang unggul dan berdaya saing global. Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu semua dapat memperkuat komitmen kita dalam memberikan pendidikan kedokteran yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kemanusiaan,” ujar Prof. Aldy dalam sambutannya.
Sementara itu, Wakil Dekan I, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA)., Sp.PA(K), menekankan pentingnya kesiapan para dosen dalam beradaptasi dengan sistem akademik dan kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan di FK USU.
“Kami berharap para dosen baru segera berintegrasi dalam kegiatan pembelajaran dan berperan aktif dalam pengembangan kurikulum serta metode pengajaran yang inovatif dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan pemanfaatan teknologi pembelajaran tersebut mendukung SDG 4, khususnya Target 4.4, yang menekankan peningkatan keterampilan teknis dan profesional yang relevan. Melalui proses pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelayanan kesehatan, FK USU diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.
Wakil Dekan II, Dr. dr. Muara P. Lubis, M.Ked(OG)., Sp.OG(K), menekankan pentingnya memberikan perhatian dan prioritas pada program Sarjana (S1) dan Profesi Dokter, karena kedua jenjang tersebut merupakan fondasi utama dalam pembentukan kompetensi seorang dokter. Beliau menyampaikan bahwa proses pendidikan pada tingkat sarjana dan profesi menjadi “jantung awal” yang menentukan kualitas lulusan sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan, seperti spesialis, magister (S2), maupun doktor (S3).
“Apabila tahap awal ini kuat, maka jenjang selanjutnya akan lebih mudah dibangun. Oleh karena itu, fokus kita harus diarahkan untuk memperkuat dasar-dasar akademik dan profesionalisme mahasiswa sejak di program sarjana dan profesi,” ujar beliau.
Penguatan pendidikan pada jenjang sarjana dan profesi dokter juga menjadi kontribusi FK USU terhadap SDG 3 dan SDG 4, melalui upaya menyiapkan calon dokter yang memiliki kompetensi klinis, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Pendidikan kedokteran yang kuat pada tahap awal diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya tenaga medis yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas hidup.
Sementara itu, Wakil Dekan III, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, PGDip PID., FAAET., M.Ked(Ped)., Sp.A., Ph.D., menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi akademik. Upaya peningkatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan peringkat FK USU dalam QS World University Rankings serta memperkuat posisi universitas menuju status World Class University (WCU).
Penguatan penelitian dan inovasi akademik tersebut juga berkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure), terutama dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kapasitas riset. Melalui penelitian yang berkualitas, publikasi ilmiah, dan pemanfaatan hasil riset untuk menjawab permasalahan kesehatan, FK USU diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan inovasi di bidang kedokteran serta memperkuat ekosistem penelitian yang berkelanjutan.
Beliau juga mengingatkan bahwa tugas seorang dosen tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan dan pengajaran, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam melakukan penelitian minimal satu kali setiap tahun, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta memublikasikan sedikitnya dua karya ilmiah setiap tahun.
“Sebagai dosen, kita harus berperan aktif tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penelitian dan publikasi ilmiah,” ungkap beliau.
Pelaksanaan tridarma perguruan tinggi juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), khususnya melalui penguatan kolaborasi akademik, penelitian lintas institusi, serta kemitraan dengan rumah sakit, lembaga penelitian, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas dampak hasil penelitian, meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kontribusi FK USU dalam pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Dengan bergabungnya 13 dosen baru ini, Fakultas Kedokteran USU semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu fakultas kedokteran tertua dan terkemuka di Indonesia, yang terus berkomitmen mencetak tenaga medis dan ilmuwan yang unggul, beretika, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan penelitian dan inovasi, serta perluasan kolaborasi akademik, FK USU berkomitmen mendukung pencapaian SDGs. Kehadiran 13 dosen tetap baru diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas institusi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan kedokteran, pelayanan kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.