Suasana penuh semangat dan dinamika inovasi memenuhi Aula Lantai 4 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Puluhan poster gagasan kreatif terpampang rapi, mengiringi diskusi interaktif antara mahasiswa dan para dosen dalam ajang Poster Exhibition – Proposal Proyek Mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi panggung utama sekaligus pertama bagi mahasiswa untuk unjuk karya dalam rangkaian pembelajaran Blok Self-Development Program (SDP) bertema “Leadership and Entrepreneurial Mindset” pada semester 3 Program Studi Pendidikan Kedokteran. Kegiatan tersebut sekaligus menandai tonggak sejarah baru di FK USU melalui penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) perdana yang dirancang secara komprehensif dalam Blok SDP.

Inovasi metode pembelajaran ini diinisiasi dan dirancang oleh dr. Rizki Indah Putri Lubis, MHPE, FFRI, serta mendapat dukungan penuh dari pimpinan Fakultas Kedokteran USU dan pengelola program studi sebagai bagian dari transformasi pendidikan kedokteran yang berkelanjutan.

“Metode ini memang baru ya di FK USU. Tapi, bagus! Kegiatan ini membuat mahasiswa bersemangat, meningkatkan interaksi, tidak hanya antarmahasiswa, tetapi juga antardosen. Keren! Mantap!” ungkap Ketua Program Studi Pendidikan Kedokteran FK USU, Prof. Dr. dr. Rina Amelia, MARS, FISPH., FISCM., Sp.KKLP., Subsp.FOMC, di akhir acara.

Sementara itu, dr. Rizki Indah Putri Lubis, MHPE, FFR,I menjelaskan bahwa pendekatan PjBL memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata.

“Dengan pendekatan PjBL, belajar kedokteran tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Mahasiswa diberikan ruang gerak untuk berekspresi, meningkatkan kepedulian, dan mengembangkan berbagai soft skills. Pada semester 3 ini, mahasiswa diajak untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan mindset kewirausahaan sejak dini melalui penerapan ilmu kedokteran dalam konteks nyata. Mahasiswa sejak awal pendidikan juga dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat.

Blok SDP secara keseluruhan merupakan bagian dari program Professional Identity Formation (PIF), di mana kita ingin mencetak calon dokter yang tidak hanya ‘tahu’, tetapi juga sudah mulai berpikir, merasa, bersikap, dan bertindak sebagai dokter. Mereka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat—sesuai dengan semangat SDP FK USU: Great Doctors, Beyond Medicine!”

Proses Ideasi Kolaboratif dan 52 Proyek Berdampak

Proses pembelajaran dirancang secara terstruktur agar setiap mahasiswa mengalami proses yang sama dalam berpikir analitis dan berempati terhadap masalah masyarakat sekitar melalui penugasan individu pada awal pembelajaran.

Berdasarkan kesamaan minat dan rumpun topik, ratusan ide individu tersebut kemudian dikelompokkan dan dikristalisasi hingga menghasilkan 52 judul proyek kelompok pilihan. Puluhan dosen FK USU terlibat aktif sebagai fasilitator untuk mendampingi, menguji, dan mengarahkan ide-ide mahasiswa selama proses PjBL berlangsung.

Ragam karya inovatif yang dipresentasikan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, gagasan-gagasan kreatif tersebut disiapkan untuk melenggang ke ajang bergengsi nasional, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sinergi Elemen Kampus Berdampak, Pencapaian IKU, dan SDGs

Inovasi pembelajaran berbasis proyek ini membawa manfaat multisektoral bagi seluruh ekosistem FK USU, antara lain:

  1. Pengembangan Soft Skills Mahasiswa
    Mengasah kemampuan seperti leadership, komunikasi, critical thinking, project management, kolaborasi, dan berbagai keterampilan lainnya.

  2. Atmosfer Akademis yang Partisipatif
    Menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada mahasiswa (student-centered learning).

  3. Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
    Dosen tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga membantu menemukan gagasan riset dan pengabdian baru bersama mahasiswa.

  4. Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri

    • IKU 2 (Pengalaman Pembelajaran Berbasis Proyek): Mendorong pembelajaran nyata melalui PjBL yang berorientasi pada pemecahan masalah.

    • IKU 3 & 5 (Rekognisi Dosen & Pengabdian Masyarakat): Dosen membimbing mahasiswa untuk menghasilkan luaran karya yang berdaya guna dan siap untuk dihilirisasi (HAKI/PKM).

    • IKU 7 (Kelas Kolaboratif dan Partisipatif): Mentransformasi model perkuliahan konvensional menjadi interaksi kelompok berbasis proyek untuk memecahkan masalah nyata.

  5. Kontribusi terhadap SDGs
    Menyasar berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 3 (Good Health and Well-being), serta fokus SDGs lainnya sesuai dengan proyek masing-masing kelompok mahasiswa.

Dukungan kolaboratif dari para pimpinan, dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika menjadikan kegiatan ini sebagai bukti nyata bahwa FK USU terus bergerak menuju Kampus Berdampak. FK USU terus berkomitmen untuk menghadirkan terobosan pendidikan kedokteran yang relevan, transformatif, dan berorientasi pada masa depan.