Medan – Fakultas Kedokteran USU kembali memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan kedokteran bertaraf internasional melalui penerimaan dua mahasiswa koas internasional dari University of Kuala Lumpur Royal College of Medicine Perak (UniKL RCMP), Malaysia. Kedua mahasiswa tersebut menjalani rotasi klinik di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU sebagai bagian dari program kerja sama akademik antara kedua institusi.

Program rotasi klinik ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia, khususnya pada bidang Ilmu Kesehatan Anak. Melalui interaksi dengan dosen, dokter pendidik klinis, tenaga kesehatan, serta pasien di rumah sakit pendidikan, para peserta diharapkan mampu memperkaya wawasan klinis, meningkatkan kompetensi profesional, dan memahami praktik kedokteran dalam konteks budaya serta sistem kesehatan yang berbeda.

Kehadiran mahasiswa internasional juga menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif antarbudaya. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa peserta program, tetapi juga bagi mahasiswa FK USU yang dapat berbagi pengalaman belajar, memperluas jejaring internasional, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan kesehatan global.

Penerimaan mahasiswa koas internasional ini merupakan salah satu implementasi strategi internasionalisasi FK USU dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Melalui kerja sama dengan UniKL RCMP, FK USU terus memperluas jejaring akademik internasional yang mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan sesuai standar global.

Program ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan kedokteran berbasis pengalaman klinis internasional, SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan strategis antara institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dan Malaysia, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.