Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) menerima kunjungan siswa-siswi Yayasan Pendidikan Harapan, SMA Harapan 3 Medan, pada Rabu, 15 Oktober 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Kedokteran USU. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia pendidikan kedokteran kepada para siswa sejak dini sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai proses pembelajaran dan lingkungan akademik di kampus kedokteran.

Rombongan siswa disambut hangat oleh dr. Zulham, M.Biomed., Ph.D., selaku Koordinator Tetap Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni sekaligus Ketua Departemen Histologi; dr. Hidayat, M.Biomed., selaku Staf Ahli Wakil Dekan III Bidang Teknologi Informasi; serta Kepala Bagian Tata Usaha, Enni Susianti, S.P., M.Si.

Dalam sambutannya, dr. Zulham menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan semangat belajar serta memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang kesehatan.

“Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dengan adik-adik dari SMA Harapan 3 Medan. Semoga kunjungan ini membuka wawasan tentang dunia kedokteran dan menumbuhkan cita-cita untuk menjadi tenaga medis yang kompeten di masa depan,” ujar dr. Zulham.

Selain itu, dr. Zulham menjelaskan sejarah berdirinya Fakultas Kedokteran USU, termasuk perkembangan jumlah dosen dan mahasiswa sejak awal pendiriannya. Ia juga memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan di FK USU.

Sementara itu, dr. Hidayat menambahkan bahwa pengenalan lingkungan akademik kampus kepada siswa merupakan langkah penting dalam membantu membentuk arah pendidikan dan cita-cita mereka.

“Fakultas Kedokteran bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga tempat membentuk karakter, kedisiplinan, dan empati terhadap sesama. Kami berharap kunjungan ini menjadi inspirasi bagi para siswa,” tuturnya.

Kegiatan kunjungan edukatif ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui pengenalan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan sejak dini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan peran tenaga medis dalam meningkatkan kualitas hidup dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat.

Pihak guru SMA Harapan 3 Medan turut menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran USU atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar secara langsung di lingkungan kampus. Menariknya, berdasarkan hasil survei internal sekolah, sekitar 80% siswa yang hadir dalam kunjungan ini telah menyatakan minat dan keinginan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran USU. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme siswa terhadap dunia kedokteran serta ketertarikan mereka terhadap FK USU sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terkemuka di Sumatera Utara.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas kampus yang mendukung kegiatan akademik mahasiswa kedokteran. Di laboratorium komputer, para siswa diperkenalkan dengan sistem pembelajaran berbasis digital yang digunakan untuk mendukung proses perkuliahan dan ujian berbasis komputer. Laboratorium ini juga dimanfaatkan untuk pelaksanaan berbagai ujian mahasiswa serta seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Selanjutnya, di ruang Skills Lab, para siswa menyaksikan secara langsung bagaimana mahasiswa kedokteran berlatih berbagai keterampilan klinis dasar menggunakan manekin dan peralatan simulasi medis. Beberapa keterampilan yang diperkenalkan antara lain pemeriksaan tanda-tanda vital, pemasangan infus, serta teknik komunikasi antara dokter dan pasien. Melalui demonstrasi ini, para siswa memperoleh gambaran mengenai pentingnya keterampilan klinis, ketelitian, dan komunikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

Rombongan kemudian mengunjungi Laboratorium Anatomi, tempat mahasiswa mempelajari struktur tubuh manusia secara mendalam. Di laboratorium ini, para siswa diperlihatkan model anatomi tulang, spesimen organ tubuh, serta kadaver yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk memahami anatomi manusia. Melalui penjelasan dosen pendamping, para siswa memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya ilmu anatomi sebagai dasar pembentukan kompetensi seorang calon dokter.

Selain SDG 3, kegiatan edukasi ini juga dapat dikaitkan dengan SDG 6: Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak), khususnya dalam meningkatkan kesadaran mengenai hubungan antara kualitas air, sanitasi, kebersihan lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Pengetahuan mengenai akses terhadap air bersih, perilaku hidup bersih dan sehat, serta sanitasi yang layak merupakan bagian penting dari upaya pencegahan penyakit, terutama penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan yang tidak higienis. Melalui pengenalan ilmu kesehatan sejak dini, para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut menyebarluaskan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keterkaitan dengan SDG 6 juga menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga pada pencegahan penyakit melalui lingkungan yang sehat, ketersediaan air bersih, dan praktik sanitasi yang baik. Dengan demikian, pendidikan kesehatan sejak dini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa memperoleh pengalaman berharga dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pendidikan dan pembentukan kompetensi calon dokter. Fakultas Kedokteran USU berkomitmen untuk terus membuka ruang edukatif bagi sekolah-sekolah yang ingin mengenal lebih dekat dunia kedokteran dan sains kesehatan.

Melalui kegiatan kunjungan edukatif ini, FK USU turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 6 dengan memperkenalkan pentingnya kesehatan, pencegahan penyakit, air bersih, dan sanitasi kepada generasi muda. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang lebih sadar kesehatan, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki motivasi untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.