Medan, 10 Oktober 2026 – Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Prof. dr. Tri Widyawati, M.Si., Ph.D., resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI) Cabang Medan periode 2026–2030. Pelantikan yang berlangsung pada Sabtu (10/10) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran akademisi dalam pengembangan ilmu farmakologi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepengurusan IKAFARI Cabang Medan periode 2026–2030 ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum IKAFARI Nomor 01/PB.IKAFARI/IX/2026 tertanggal 15 September 2026. Mengusung tema “Strengthening Synergy, Advancing Pharmacology: Making a Global Impact Together”, kepengurusan ini diarahkan untuk memperkuat sinergi antarinstitusi, meningkatkan kualitas kegiatan ilmiah, serta memperluas kontribusi farmakologi Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Mewakili Dekanat FK USU, Manajer Penelitian, Pengabdian, Kerjasama dan Internasionalisasi, dr. O.K. Ilham Abdullah Irsyam, Sp.OT, CF, AIFO-K menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Prof. Tri Widyawati atas amanah yang diberikan sebagai Ketua IKAFARI Cabang Medan periode 2026–2030. Pelantikan ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi akademisi FK USU dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekanat FK USU juga berharap kepengurusan ini dapat menjadi ruang pengembangan bagi generasi akademisi muda untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah, penelitian, dan pengembangan profesi, sekaligus meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Prof. Tri Widyawati menekankan pentingnya membangun organisasi yang inklusif, berintegritas, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Tiga prioritas utama kepengurusan meliputi penguatan pendidikan dan kaderisasi anggota muda, pengembangan penelitian kolaboratif lintas institusi, serta peningkatan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional dan aman.
Edukasi mengenai penggunaan antibiotik secara bijak serta keamanan penggunaan obat konvensional bersama obat bahan alam menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat. Melalui program-program tersebut, IKAFARI Cabang Medan diharapkan dapat memperkuat peran farmakologi dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis bukti ilmiah.
Selain Prof. Tri Widyawati sebagai ketua, sejumlah akademisi aktif dan guru besar purnabakti FK USU turut dipercaya mengemban amanah dalam kepengurusan IKAFARI Cabang Medan periode 2026–2030.
Pada jajaran Dewan Penasihat, terdapat dua guru besar purnabakti FK USU, yaitu Prof. dr. Aznan Lelo, Ph.D., SpFK., dan Prof. Dr. dr. Rozaimah Zain Hamid, M.S., SpFK. Akademisi FK USU lainnya yang turut menjadi Dewan Penasihat adalah Dr. rer. medic. dr. M. Ichwan, M.S.; dr. Zainal Safri, SpPD., KKV., FINASIM., SpJP(K); Dr. dr. Dadik Wahyu Wijaya, Sp.An-TI., Subsp.An.O(K); serta Dr. dr. Ririe Fachrina Malisie, Sp.A(K)., Subsp.E.T.I.A(K).
Pada jajaran pengurus inti, Wakil Ketua I dijabat oleh dr. Ramadhan Bestari, M.Biomed., sedangkan Wakil Ketua II dijabat oleh Dr. dr. Sake Juli Martina, MH.Kes., FisQua., Sp.FK. Adapun posisi Sekretaris II dipercayakan kepada dr. Sri Melinda Kaban, MKT.
Keterlibatan akademisi FK USU juga terlihat pada tingkat koordinator bidang. Dr. dr. Siti Syarifah, M.Biomed., dipercaya sebagai Koordinator Bidang Ilmiah dan Publikasi, sementara Prof. Dr. dr. Yunita Sari Pane, M.Si., mengemban tugas sebagai Koordinator Bidang Kerja Sama dan Kemitraan.
Komposisi kepengurusan tersebut mencerminkan keterlibatan lintas generasi akademisi dalam mendukung keberlanjutan organisasi, pengembangan kapasitas keilmuan, serta perluasan kemitraan di bidang farmakologi.

Perluas Kolaborasi dan Jejaring Internasional
Dalam upaya meningkatkan kontribusi di tingkat global, IKAFARI Cabang Medan juga mendorong penguatan jejaring internasional melalui keanggotaan IKAFARI dalam International Union of Basic and Clinical Pharmacology (IUPHAR). Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah mempersiapkan kontribusi ilmiah para anggota pada World Congress of Basic and Clinical Pharmacology (WCP) 2030 yang direncanakan berlangsung di Milan, Italia.
Prof. Tri Widyawati berharap IKAFARI Cabang Medan dapat menjadi wadah kolaborasi yang terbuka bagi berbagai institusi dan generasi akademisi. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, organisasi ini diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi farmakologi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Penguatan program IKAFARI Cabang Medan sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) didukung melalui peningkatan literasi masyarakat dan edukasi mengenai penggunaan obat yang rasional dan aman.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui penguatan pendidikan farmakologi, kaderisasi anggota muda, serta pengembangan kapasitas akademisi dan peneliti. Sementara itu, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) berkaitan dengan pengembangan penelitian kolaboratif dan inovasi ilmiah di bidang farmakologi.
Selanjutnya, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) tercermin melalui penguatan kerja sama lintas institusi, kolaborasi multidisiplin, serta perluasan jejaring akademik internasional.
Melalui kepemimpinan Prof. Tri Widyawati dan keterlibatan akademisi FK USU dalam kepengurusan IKAFARI Cabang Medan, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan dalam memajukan ilmu farmakologi, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.