Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) menerima kunjungan Ketua Kolegium Mikrobiologi Klinik, dr. Yulia Rosa Saharman, Sp.MK(K)., Ph.D., dan Ketua Bidang Mutu dan Akreditasi Kolegium Kesehatan Mikrobiologi Klinik/Ketua Kolegium PAMKI, Prof. dr. Tri Wibawa, Sp.MK(K)., Ph.D., pada Kamis, 9 Oktober 2025, bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Fakultas Kedokteran USU.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian proses verifikasi dan pendampingan akademik dalam rangka percepatan pembukaan Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik di lingkungan Fakultas Kedokteran USU.
Dalam kunjungan tersebut, kedua perwakilan kolegium disambut secara resmi oleh Dekan FK USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K), didampingi Ketua Departemen Mikrobiologi, dr. Evita Mayasari, M.Kes., Ph.D., Sekretaris Departemen Mikrobiologi, Dr. dr. Sri Amelia, M.Kes., serta tim pengusul program studi baru. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan membahas berbagai aspek penting terkait kesiapan akademik, kurikulum, sumber daya manusia, hingga fasilitas laboratorium pendukung pembelajaran Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik.
Pengembangan program studi ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui penguatan pendidikan dokter spesialis, FK USU berupaya mendukung peningkatan ketersediaan tenaga medis ahli, memperkuat kapasitas diagnosis penyakit infeksi, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Di sisi lain, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan kedokteran spesialis yang bermutu dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, dr. Yulia Rosa Saharman, Ph.D., Sp.MK(K), menyampaikan apresiasi atas keseriusan dan komitmen Fakultas Kedokteran USU dalam mempersiapkan pembukaan Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik. Ia menekankan bahwa pembukaan program studi ini sangat relevan dan mendesak, mengingat jumlah lulusan pendidikan dokter spesialis mikrobiologi klinik di wilayah Sumatera Utara masih sangat terbatas, sementara kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang ini terus meningkat, baik di rumah sakit pendidikan maupun di laboratorium pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami melihat kesungguhan dan kesiapan yang baik dari Fakultas Kedokteran USU. Dengan masih minimnya lulusan spesialis mikrobiologi klinik di Sumatera Utara, pendirian prodi ini menjadi langkah strategis dan penting untuk memperkuat sistem pendidikan serta pelayanan kesehatan di wilayah barat Indonesia,” ujar dr. Yulia.
Sementara itu, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K), menambahkan pentingnya keberadaan program studi ini dalam mendukung penanggulangan penyakit infeksi dan pengembangan riset mikrobiologi di Indonesia.
“Peran dokter spesialis mikrobiologi klinik sangat vital, terutama di era pascapandemi. Dengan berdirinya prodi ini, kami berharap muncul lebih banyak ahli mikrobiologi dari wilayah barat Indonesia yang dapat berkontribusi dalam sistem kesehatan nasional,” ungkapnya.
Dari perspektif SDG 3, keberadaan dokter spesialis mikrobiologi klinik diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kemampuan deteksi dan diagnosis penyakit infeksi secara tepat, penguatan surveilans penyakit, serta dukungan terhadap penggunaan antimikroba yang rasional melalui pemeriksaan mikrobiologi yang akurat. Upaya tersebut relevan dengan target SDG 3.3 dalam penanggulangan penyakit menular dan target SDG 3.d dalam memperkuat kapasitas peringatan dini, pengurangan risiko, serta pengelolaan risiko kesehatan nasional dan global.
Pihak Fakultas Kedokteran USU menyambut positif arahan yang diberikan oleh kolegium dan menyatakan komitmennya untuk terus melengkapi seluruh aspek yang dibutuhkan, baik dari sisi kurikulum, tenaga pengajar, maupun fasilitas laboratorium dan klinik rujukan. Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen FK USU dalam mendukung SDG 4, terutama target 4.4 mengenai peningkatan keterampilan teknis dan profesional yang relevan, melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan sistem kesehatan.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke beberapa laboratorium mikrobiologi dan fasilitas penunjang riset di FK USU, sekaligus diskusi teknis mengenai langkah-langkah lanjutan dalam proses percepatan pembukaan Program Studi Spesialis Mikrobiologi Klinik.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara Fakultas Kedokteran USU dan Kolegium Mikrobiologi Klinik dapat mempercepat realisasi berdirinya program studi baru yang akan menjadi pusat pengembangan keilmuan dan layanan mikrobiologi klinik di Sumatera Utara dan sekitarnya.
Dengan mengintegrasikan penguatan pendidikan spesialis, pengembangan riset, dan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, FK USU berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan masyarakat. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan tenaga ahli mikrobiologi klinik di wilayah barat Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem kesehatan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan