> Berita > Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING PENYAKIT JANTUNG INFEKSI DAN PELATIHAN BHD UNTUK AWAM DI KABUPATEN LABUHAN BATU
Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING PENYAKIT JANTUNG INFEKSI DAN PELATIHAN BHD UNTUK AWAM DI KABUPATEN LABUHAN BATU
Dipublikasi Pada
16 November 2023
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail Pengabdian Masyarakat Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh darah dalam hal SKRINING PENYAKIT JANTUNG INFEKSI DAN PELATIHAN BHD UNTUK AWAM DI KABUPATEN LABUHAN BATU
Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sumatera Utara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Pusat Jantung Terpadu, serta Yayasan Jantung Indonesia, mengadakan kegiatan Bakti Sosial pada Senin, 12 Juni 2023 di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan yaitu:
Skrining Penyakit Jantung Valvular, Penyakit Jantung Rematik, Hipertensi Pulmonal, dan Aritmia.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar.
Penyuluhan Awam.
Pemeriksaan Skrining Metabolik.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari staf Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, PPDS Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, anggota PERKI SUMUT, dan Pemerintah Daerah Labuhan Batu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan secara simultan pada Senin, 12 Juni 2023 di dua tempat yaitu SMP N 1 Rantauprapat dan Asrama Haji Rantauprapat. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini berupa skrining penyakit jantung rematik/valvular, hipertensi pulmonal, dan pelatihan BHD.
Penyakit kardiovaskular sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan global. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan angka kematian karena penyakit kardiovaskular (CVD) sebesar 17,7 juta orang setiap tahunnya dan berperan dalam 31% seluruh kematian global. Penyakit jantung di Indonesia merupakan hal yang kompleks. Hal ini dapat terjadi pada masyarakat diakibatkan gaya hidup sedenteri ataupun diakibatkan infeksi pada jantung yang masih tinggi prevalensinya di negara berkembang seperti di Indonesia. Berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan sekitar 883.447 orang, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/gejala sebesar 1,5%.
Pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular di tengah-tengah masyarakat merupakan salah satu upaya untuk dapat mencapai tujuan ke-3 Sustainable Development GoalsĀ (SDGs) yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Pada tujuan ini pemerintah harus menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia.
Tingkat Pendidikan, ekonomi, sosial budaya yang beraneka ragam dan akses jalan yang belum memadai pada masyarakat Sumatera Utara merupakan tantangan tersendiri dalam pencegahan penyakit kardiologi infeksi pada masyarakat Sumatera Utara. Hal ini yang diyakini menyebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya di unit pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit.
Hingga saat ini program promotif dan preventif di Indonesia dan Sumatera Utara masih belum terstruktur. Sementara pemahaman atas situasi riil di Sumatera Utara saat ini juga belum teridentifikasi.
Pengabdian masyarakat dihadiri oleh peserta anak dan dewasa. Karakteristik demografi peserta anak menunjukkan usia 13-15 tahun. Laki-laki 62 orang (68%) dan perempuan 34 orang (32%). Karakteristik peserta dewasa menunjukkan usia 21-58 tahun. Laki-laki 55 orang (39%) dan perempuan 83 orang (63%).
Dari 96 peserta anak yang mengikuti pemeriksaan skrining penyakit jantung rematik/valvular, dijumpai beberapa orang yang mengalami kelainan jantung rematik/valvular, seperti 1 orang pasien laki-laki dengan AML prolaps dengan regurgitasi mitral sedang. Selain itu, dijumpai juga 1 orang pasien dengan efusi perikardium mild sirkumferensial.
Kami melakukan pemeriksaan echocardiography sebagai bagian dari skrining untuk menilai fungsi dan struktur jantung serta pembuluh darah jantung. Dengan melakukan deteksi dini kelainan jantung, tujuannya adalah untuk menghindari perkembangan penyakit jantung yang lebih serius di masa yang akan datang. Selain itu, kami juga melakukan skrining terkait penyakit jantung rematik, hipertensi pulmonal, dan aritmia.
Selain itu, kami menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di lokasi ini. Penting bagi masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya pelatihan BHD. BHD adalah keterampilan yang sangat vital dan dapat membuat perbedaan dalam menyelamatkan nyawa selama situasi darurat atau kondisi yang mengancam jiwa. Pelatihan BHD terbuka bagi tenaga medis maupun individu yang telah menerima pelatihan yang sesuai. Ini mencakup serangkaian langkah yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan peredaran darah bagi seseorang yang menghadapi henti jantung, kesulitan bernapas, kegagalan pernapasan, atau sumbatan saluran napas.
Memberikan bantuan hidup dasar dengan cepat kepada seseorang yang tidak sadar dan tidak bernapas adalah sangat penting. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan penyelamatan nyawa ini, yang dapat digunakan dalam situasi darurat sebelum bantuan medis profesional tersedia.
Selanjutnya, kami juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat umum di tempat yang sama. Kami memberikan informasi tentang Penyakit Jantung Koroner, Diabetes Melitus, dan Penyakit Jantung Bawaan. Pengetahuan ini memiliki arti besar bagi masyarakat karena beberapa faktor risiko yang terkait dengan kondisi-kondisi ini dapat dicegah dan dimodifikasi, sehingga mengurangi potensi buruknya kesehatan di masa depan. Kami sangat ingin mengetahui berapa banyak peserta yang secara aktif terlibat dalam program edukasi ini. Melalui upaya ini, kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang kondisi kesehatan ini.
Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan skrining metabolik pada peserta. Pemeriksaan ini melibatkan pengukuran kadar gula darah dan kolesterol. Jika tidak terkendali, kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit seperti serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, penyakit arteri karotis, serangan jantung mendadak, penyakit arteri perifer, dan penyakit mikrovaskuler di masa depan. Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada peserta tentang faktor risiko yang perlu dihindari, seperti kegemukan, gaya hidup kurang aktif, kurangnya aktivitas fisik rutin, penggunaan alkohol, merokok, obat-obatan terlarang, diabetes tipe 2, penyakit tiroid, penyakit ginjal atau hati kronis, usia lanjut, pola makan berlemak dan tinggi gula, serta riwayat keluarga dengan dislipidemia. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, kami berharap peserta dapat mengadopsi gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat guna mencegah penyakit-penyakit tersebut di masa depan.