Medan, 8 Agustus 2026 — Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) menyelenggarakan Seminar Pra-Internship bagi peserta Program Studi Profesi Dokter pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Bertempat di Aula Lantai 4 FK USU, kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan calon dokter sebelum memasuki masa internship, dengan menghadirkan berbagai materi yang relevan dengan tantangan praktik kedokteran di lapangan.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dengan kepakaran dan pengalaman di berbagai bidang. Materi yang disampaikan meliputi Peran Organisasi Profesi dalam Praktik Internship Kedokteran, Dukungan Pemerintah dalam Pelaksanaan Internship Kedokteran, Neurovascular Emergency, Patient Transport to Secondary or Tertiary Hospital, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta Preventing Burnout in Internship and Handling Interpersonal Relation in High Stress Environment. Kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education, karena memberikan pembelajaran tambahan yang memperkuat kesiapan, kompetensi, dan profesionalisme calon dokter sebelum memasuki lingkungan kerja.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FK USU, Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), Sp.OG, Subsp.K.Fm. Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa masa internship merupakan tahapan penting bagi seorang dokter untuk menerapkan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama pendidikan ke dalam praktik pelayanan kesehatan.

“Masa internship merupakan kesempatan bagi para dokter muda untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun karakter sebagai seorang dokter yang profesional. Tidak hanya kemampuan klinis yang diperlukan, tetapi juga komunikasi, etika, kemampuan bekerja sama, serta komitmen terhadap keselamatan pasien. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pembekalan ini dengan baik dan menjadikannya sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan selama menjalani internship,” ujar Dr. dr. Muara Panusunan Lubis.

Aspek keselamatan pasien dan mutu pelayanan menjadi perhatian penting dalam seminar ini, khususnya melalui pembahasan kegawatdaruratan neurovaskular, transportasi pasien, serta pencegahan dan pengendalian infeksi. Pemahaman tersebut diharapkan membantu calon dokter mengambil keputusan secara tepat dan memberikan pelayanan yang aman sesuai standar profesi. Hal ini sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-Being, karena peningkatan kompetensi tenaga kesehatan berkontribusi langsung terhadap kualitas dan keselamatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain kompetensi klinis, seminar turut memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal selama menjalani internship. Materi mengenai pencegahan burnout dan pengelolaan hubungan interpersonal dalam lingkungan kerja dengan tingkat stres tinggi menjadi bekal penting agar calon dokter mampu menjaga keseimbangan profesional dan personal. Hal ini juga mendukung SDG 3, khususnya dalam mendorong kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai bagian dari terciptanya lingkungan kerja yang sehat.

Pembahasan mengenai peran organisasi profesi dan dukungan pemerintah dalam pelaksanaan internship juga menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mempersiapkan tenaga medis yang kompeten. Aspek kolaborasi ini berkaitan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan antara institusi pendidikan, pemerintah, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui Seminar Pra-Internship, FK USU terus berkomitmen menghasilkan dokter yang kompeten, profesional, beretika, tangguh, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien, sehingga siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.