Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara melalui Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat perintis tahun 2025 di Pesantren Darul Arafah Raya. Kegiatan ini mengangkat tema “Penanganan Kegawat daruratan dalam Kehidupan Sehari-hari, Bantuan Hidup Dasar, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kalangan Santri Remaja” yang ditujukan kepada para santri tingkat SMA, baik putra maupun putri.

Kegiatan ini terdiri dari dua tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif. Tim pertama diketuai oleh dr. Rr. Sinta Irina, SpAn-Ti, Subsp.N.An(K) dengan susunan anggota dr. Andriamuri Primaputra Lubis, M.Ked(An), SpAn-Ti, Subsp.TI.(K), FisQua., dan dr. Cut Meliza Zainumi, M.Ked(An), SpAn-Ti. Pengabdian kepada Masyarakat ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para santri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan sehari-hari, termasuk pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), pengenalan kondisi darurat medis, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan pesantren.

Ketua tim 1, dr. Rr. Sinta Irina, SpAn-Ti, Subsp.N.An(K), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fakultas Kedokteran USU dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pesantren.

“Kami sangat senang atas sambutan dari Pesantren Darul Arafah Raya terhadap tim kami. Melalui pelatihan bantuan hidup dasar ini, kami berharap para santri dapat memahami langkah pertolongan pertama apabila terjadi keadaan darurat di sekitar mereka,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai beberapa kondisi kegawatdaruratan seperti tetanus dan pentingnya mengenali tanda-tanda awal infeksi serta jalur masuk penyakit agar dapat dilakukan penanganan yang tepat sejak dini.

Selain itu di tim 2 yang diketuai oleh, Dr. dr. Raka Jati Prasetya, SpAn-Ti, Subsp.TI(K) dengan anggota Dr. dr. Wulan Fadinie, M.Ked(An), SpAn-Ti, Subsp.AO(K) dan dr. Ester Silaen, M.Ked(An), SpAn-Ti, Subsp.TI(K), menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Fakultas Kedokteran USU dengan pesantren dalam bidang edukasi kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat bagi para santri serta memperkuat kerja sama yang terus berlanjut di masa mendatang,” tuturnya.

Pihak pesantren turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Perwakilan Pesantren Darul Arafah Raya, H. Ranggi Satuzair Singh, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pelatihan yang diberikan kepada para santri.

“Manfaat kegiatan ini sungguh luar biasa bagi anak-anak kami dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi kedaruratan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari semangat para santri selama mengikuti pelatihan. Salah seorang peserta, Adyatma Sigit Prabowo, mengaku senang dapat mengikuti program tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.

Hal serupa disampaikan oleh Cinta Elfia Anessia yang menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen Fakultas Kedokteran USU atas ilmu dan pengalaman yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Fakultas Kedokteran USU berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta membentuk generasi muda yang tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan dan peduli terhadap kesehatan lingkungan sekitar.