> Berita > PROMOSI KESEHATAN DAN DETEKSI KELAINAN KARDIOVASKULAR DI KOTA TEBING TINGGI
PROMOSI KESEHATAN DAN DETEKSI KELAINAN KARDIOVASKULAR DI KOTA TEBING TINGGI
Dipublikasi Pada
17 November 2023
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail PROMOSI KESEHATAN DAN DETEKSI KELAINAN KARDIOVASKULAR DI KOTA TEBING TINGGI
Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sumatera Utara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Pusat Jantung Terpadu, serta Yayasan Jantung Indonesia, mengadakan kegiatan Bakti Sosial pada Senin, 8 Maret 2023 di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan yaitu :
Pemeriksaan TB, BB, dan Elektrokardiogram (EKG) dengan melakukan interpretasi bacaan EKG oleh petugas terlatih.
Pemeriksaan laboratorium berupa kadar gula darah dan kolesterol.
Pemeriksaan doppler karotis oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Konsultasi kesehatan jantung oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah.
Penyuluhan yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah.
Kegiatan mengambil tema “PROMOSI KESEHATAN DAN DETEKSI KELAINAN KARDIOVASKULAR DI KOTA TEBING TINGGI” dengan lokasi kegiatan di Gedung Serbaguna Balai Kartini Kota Tebingtinggi. Acara berlangsung selama 1 hari pada tanggal 8 Maret 2023. Acara melibatkan beberapa institusi meliputi Departemen Jantung dan Pembuluh Darah FK USU, PERKI, dan Universitas Sumatera Utara. Kegiatan diikuti beberapa peserta, beberapa diantaranya yaitu Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUSU, 16 orang dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, 20 orang anggota Kelompok Asisten Kardiologi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, serta 77 peserta Pemeriksaan EKG, doppler karotis dan Kesehatan Jantung.
Penyakit kardiovaskular sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan global. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan angka kematian karena penyakit kardiovaskular (CVD) sebesar 17,7 juta orang setiap tahunnya dan berperan dalam 31% seluruh kematian global. Penyakit jantung di Indonesia merupakan hal yang kompleks. Hal ini dapat terjadi pada masyarakat diakibatkan gaya hidup sedenteri ataupun diakibatkan infeksi pada jantung yang masih tinggi prevalensinya di negara berkembang seperti di Indonesia. Berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan sekitar 883.447 orang, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/gejala sebesar 1,5%.
Untuk masalah infeksi pada jantung, masalah yang sering dijumpai di Indonesia adalah penyakit jantung rematik dan endocarditis infektif. Demam rematik (DR) masih sering didapati pada anak di negara sedang berkembang dan sering mengenai anak usia antara 5 – 15 tahun. Pada tahun 1944 diperkirakan diseluruh dunia terdapat 12 juta penderita DR dan PJR dan sekitar 3 juta mengalami gagal jantung dan memerlukan rawat inap berulang di rumah sakit. Prevalensinya di negara sedang berkembang berkisar antara 7,9 sampai 12,6 per 1000 anak sekolah dan relatif stabil. Data terakhir mengenai prevalensi demam rematik di Indonesia untuk tahun 1981 – 1990 didapati 0,3-0,8 diantara 1000 anak sekolah dan jauh lebih rendah dibanding negara berkembang lainnya.Prevalensi endocarditis infektif masih belum jelas di Indonesia.
Sampai dengan Januari 2023, program preventif dalam bidang kardiometabolik telah dilaksanakan sebanyak 5 kali di Kabupaten Langkat dan Kota Medan. Total sampel yang didapatkan yaitu 252 orang anak dan 393 orang dewasa. Untuk itu kami berencana mengembangkan program preventif dalam bidang kardiometabolik ke masyarakat Kota Tebing Tinggi.
Acara dimulai dengan pendataan pasien melalui pengisian formuir yang disediakan oleh panitia danmasyarakat yang sudah mendaftar datang pada tempat dan tanggal yang sudah ditentukan. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan BB, TB, gula darah dan doppler karotis kepada 77 peserta yang sudah terdaftar.Setelah itu dilanjutkan dengan konsultasi masalah penyakit jantung. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Peserta mendaftar melalui formular yang disiapkan oleh panitia dan Respon Acara tersebut cukup baik. Partisipan dari masyarakat mencapai 77 orang. Peserta terdiri dari 28 orang Pria (36.3%) dan 49 orang Wanita (63.6%). Peserta terdiri dari kisaran umur 21 tahun – 75 tahun. Ini menunjukkan respon yang baik dari masyarakat yang membutuhkan Pemeriksaan Kesehatan di bagian Jantung dan Pembuluh Darah.
Kami melakukan pemeriksaan echocardiography sebagai bagian dari skrining untuk menilai fungsi dan struktur jantung serta pembuluh darah jantung. Dengan melakukan deteksi dini kelainan jantung, tujuannya adalah untuk menghindari perkembangan penyakit jantung yang lebih serius di masa yang akan datang. Selain itu, kami juga melakukan skrining terkait penyakit jantung rematik, hipertensi pulmonal, dan aritmia.
Tim pengabdian masyarakat melakukan kegiatan pemeriksaan EKG, laboratorium dan Kesehatan kardiovaskular. Pada kesempatan ini juga dijelaskan informasi tentang penyakit jantung di masa kini serta dilakukan skrining risiko penyakit jantung pada maasyarakat dewasa. Kegiatan ini sudah memenuhi target yang ingin dicapai dimana masyarakat memiliki kesadaran yang lebih dalam menjaga kesehatannya, memakan obat rutin, dan menjaga pola makan. Peserta juga mendapatkan pemaparan yang jelas tentang masalah penyakit jantung, hipertensi, gagal jantung, serta bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit jantung ini di kalangan masyarakat.
Selanjutnya, kami juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat umum di tempat yang sama. Kami memberikan informasi tentang Penyakit Jantung Koroner, Diabetes Melitus, dan Penyakit Jantung Bawaan. Pengetahuan ini memiliki arti besar bagi masyarakat karena beberapa faktor risiko yang terkait dengan kondisi-kondisi ini dapat dicegah dan dimodifikasi, sehingga mengurangi potensi buruknya kesehatan di masa depan. Kami sangat ingin mengetahui berapa banyak peserta yang secara aktif terlibat dalam program edukasi ini. Melalui upaya ini, kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang kondisi kesehatan ini.