Ketua Program Studi Spesialis Forensik dan Medikolegal FK USU, dr. Adriansyah Lubis, M.Kes., M.Ked(For), Sp.F.M, dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Aceh bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Tenggara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Aceh Tenggara.

Workshop tersebut diikuti oleh para dokter sebagai peserta dan bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam penyusunan Visum et Repertum serta penanganan aspek medikolegal di pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga memperoleh validasi SKP Kementerian Kesehatan, sehingga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi profesional dokter.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Adriansyah Lubis membawakan materi "Visum et Repertum", yang mengulas prinsip penyusunan dokumen visum secara ilmiah, objektif, dan sesuai ketentuan hukum. Sebagai dokter spesialis forensik dan medikolegal, beliau menekankan pentingnya ketelitian dalam pemeriksaan serta penyusunan laporan medis yang memiliki kekuatan pembuktian di ranah hukum.

Workshop ini turut menghadirkan narasumber lainnya, yaitu dr. Kharmaedisyah Putra, Sp.OG(K), FMAS, M.H., FIHFAA dengan materi Open MIC (Penyelesaian Sengketa Medis dan Malpraktik) serta dr. Reza Priatna, M.Kes., M.Ked(For), Sp.F.M yang membahas Visum pada Kekerasan Seksual. Kegiatan dipandu oleh moderator dr. Mardiana.

Kepercayaan yang diberikan kepada dr. Adriansyah Lubis sebagai narasumber nasional mencerminkan kompetensi sivitas akademika FK USU dalam bidang kedokteran forensik dan medikolegal. Partisipasi ini sekaligus memperkuat peran FK USU dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi profesional tenaga kesehatan.