Fakultas Kedokteran USU kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik dan penelitian bertaraf internasional melalui kunjungan Profesor Yasuhito Sako dari Asahikawa Medical School, Jepang, yang berlangsung pada 1–10 Juli 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari kerja sama akademik yang telah terjalin antara kedua institusi dalam pengembangan riset penyakit tropis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FK USU turut memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan penelitian penyakit tropis seperti taeniasis yang mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat berbasis bukti ilmiah.

Kolaborasi antara FK USU dan Asahikawa Medical School, Jepang, menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan kedokteran, serta penyelesaian berbagai tantangan kesehatan di tingkat nasional maupun global.

Selama berada di FK USU, Prof. Yasuhito Sako melaksanakan berbagai agenda akademik dan penelitian yang melibatkan dosen, mahasiswa program magister dan doktor, serta peneliti di lingkungan FK USU. Salah satu agenda utama adalah pelaksanaan penelitian lapangan mengenai taeniasis di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan bersama tim peneliti FK USU yang dipimpin oleh dr. Hemma Yulfi, DAP&E., M.Med.Ed., staf Departemen Parasitologi FK USU, yang selama ini menjadi mitra kolaborasi Prof. Yasuhito Sako dalam berbagai penelitian mengenai penyakit parasitik. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat data epidemiologi penyakit parasitik di Indonesia sekaligus mendukung upaya pengendalian penyakit berbasis bukti ilmiah.

Selain kegiatan penelitian lapangan, Prof. Sako juga memberikan pelatihan pemeriksaan molekuler kepada mahasiswa Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3). Pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi peserta dalam penerapan teknik diagnostik molekuler yang saat ini menjadi salah satu metode penting dalam penelitian biomedis dan penyakit infeksi.

Tidak hanya berbagi keahlian di bidang laboratorium, Prof. Sako turut mendampingi dosen dan mahasiswa dalam penyusunan manuskrip ilmiah untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Pendampingan ini mencakup diskusi mengenai metodologi penelitian, penyusunan naskah ilmiah, strategi publikasi, hingga peningkatan kualitas artikel agar memenuhi standar publikasi internasional.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi FK USU, Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi, Sp.GK, Subsp.PK, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu langkah strategis fakultas dalam memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan daya saing akademik di tingkat global.

"Kehadiran Prof. Yasuhito Sako memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi sivitas akademika FK USU. Tidak hanya melalui transfer pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui pendampingan langsung dalam penelitian serta penyusunan publikasi ilmiah internasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas publikasi dan reputasi akademik FK USU di tingkat internasional," ujar Prof. Dina.

Sementara itu, dr. Hemma Yulfi, DAP&E., M.Med.Ed., menyampaikan bahwa kolaborasi riset yang telah terjalin selama beberapa tahun bersama Prof. Yasuhito Sako memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kapasitas penelitian di bidang parasitologi, khususnya penyakit tropis yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.

"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat penelitian mengenai taeniasis, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi bagi dosen maupun mahasiswa FK USU. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga dapat menghasilkan inovasi penelitian dan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kesehatan masyarakat," ujar dr. Hemma.

Lebih lanjut, Prof. Dina menambahkan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung visi FK USU sebagai institusi pendidikan kedokteran yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FK USU tidak hanya memperkuat kapasitas penelitian dan pendidikan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik, serta riset multidisiplin yang berorientasi pada penyelesaian berbagai permasalahan kesehatan, khususnya penyakit tropis yang masih menjadi tantangan di Indonesia.