> Berita > Kolaborasi FK USU dan SDGHI Wujudkan Jembatan Pengetahuan untuk Sistem Kesehatan Global yang Lebih Kuat Melalui International Summer Course 2025
Kolaborasi FK USU dan SDGHI Wujudkan Jembatan Pengetahuan untuk Sistem Kesehatan Global yang Lebih Kuat Melalui International Summer Course 2025
Dipublikasi Pada
01 Agustus 2025
Dipublikasi Oleh
Khairul Azmi
Thumbnail Kolaborasi FK USU dan SDGHI Wujudkan Jembatan Pengetahuan untuk Sistem Kesehatan Global yang Lebih Kuat Melalui International Summer Course 2025
“Summer Course ini bukan hanya kegiatan akademik biasa, tetapi juga jembatan pemahaman lintas budaya dan sistem kesehatan. Kita ingin agar peserta bisa saling belajar, saling berbagi, dan bersama-sama membangun sistem kesehatan global yang lebih kuat dan adil,” ujar Prof. Aldy selaku Dekan Fakultas Kedokteran USU.
Senin, 21 Juli 2025. Fakultas Kedokteran USU secara resmi membuka kegiatan International Summer Course 2025 bertajuk “Bridging Global Health Gaps: Stronger Systems, Healthier Lives”, di Medan dan Samosir. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Kedokteran USU dengan SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI).
Jumlah peserta yang mendaftar pada kegiatan ini sebanyak 165 orang yang berasal dari beberapa Negara dan mendatangkan beberapa narasumber dari Luar Negeri, Kementerian Republik Indonesia dan dari Universitas Sumatera Utara. International Summer Course ini diharapkan menjadi langkah strategis FK USU dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat kontribusi aktif dalam mengatasi ketimpangan sistem kesehatan global.
Pada masa kini, dunia dihadapkan pada permasalahan kesehatan yang semakin kompleks. Tantangan tersebut mencakup ketimpangan dalam akses layanan kesehatan, distribusi sumber daya yang tidak merata, hingga minimnya kesiapan dalam menghadapi krisis global seperti pandemi. Oleh karena itu, tema kegiatan International Summer Course tahun ini dinilai sangat relevan, mengingat urgensinya dalam menghubungkan tantangan kesehatan global dengan solusi yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K)., menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta dan pentingnya kolaborasi lintas negara.
“Summer Course ini bukan hanya kegiatan akademik biasa, tetapi juga jembatan pemahaman lintas budaya dan sistem kesehatan. Kita ingin agar peserta bisa saling belajar, saling berbagi, dan bersama-sama membangun sistem kesehatan global yang lebih kuat dan adil,” ujarnya.
Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., selaku Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam membangun organisasi kesehatan global yang lebih kolaboratif serta berorientasi internasional. Beliau meyakini bahwa sistem kesehatan yang tangguh harus dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan dan komitmen terhadap pencapaian kesetaraan. Prof. Poppy juga berharap para peserta dapat mengeksplorasi sistem pelayanan kesehatan dari berbagai negara, sekaligus membangun jejaring untuk memperkuat kolaborasi di masa depan.
Course Director of International Summer Course, dr. Inke Nadia D. Lubis, PGDip PID., M.Ked(Ped)., Sp.A., Ph.D., menyampaikan bahwa International Summer Course ini dapat menjadi wadah refleksi, kolaborasi, dan penguatan solidaritas. Dalam forum ini, para profesional, akademisi, dan mahasiswa dari beragam latar belakang memiliki kesempatan untuk bertukar gagasan demi mendukung pengembangan sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Dr. Inke juga berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut, bahkan diperluas hingga tingkat provinsi dan kabupaten. Menurut beliau, permasalahan kesehatan membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, tidak terbatas hanya pada bidang kedokteran. Oleh sebab itu, summer course ini melibatkan peserta dari berbagai disiplin ilmu sebagai upaya penguatan bersama.
Rangkaian kegiatan Summer Course tahun 2025 ini di tutup dengan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang di lakukan di daerah Samosir tepatnya di Desa Ambarita. Fokus tema kegiatan pengabdian ini adalah pemeriksaan TB di Puskesmas Ambarita dan kunjungan langsung oleh beberapa peserta yang di bagi menjadi beberapa tim dan di dampingi tutor ke rumah warga.