> Berita > Mewujudkan Kampus Berdampak: FK USU Tuan Rumah Zoomal (Zoonotic Malaria) Project Meeting
Mewujudkan Kampus Berdampak: FK USU Tuan Rumah Zoomal (Zoonotic Malaria) Project Meeting
Dipublikasi Pada
05 Juni 2026
Dipublikasi Oleh
Khairul Azmi
Thumbnail Mewujudkan Kampus Berdampak: FK USU Tuan Rumah Zoomal (Zoonotic Malaria) Project Meeting
Kegiatan Zoomal Project Meeting 2026 diselenggarakan untuk memaparkan berbagai capaian yang telah dihasilkan selama pelaksanaan proyek, mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan, serta menyusun strategi dan rencana tindak lanjut menjelang berakhirnya proyek pada tahun 2026. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta hasil penelitian yang telah memberikan kontribusi terhadap pengendalian malaria zoonosis di Indonesia.
Fakultas Kedokteran USU kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang berdampak melalui pelaksanaan kerja sama penelitian internasional di bidang kesehatan global. Pada tanggal 3–4 Juni 2026, FK USU menjadi tuan rumah Zoomal Project Meeting 2026, sebuah pertemuan tahunan yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan penelitian malaria zoonosis (zoonotic malaria) di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara Hybrid.
Zoomal Project merupakan proyek penelitian kolaboratif internasional yang telah berlangsung sejak tahun 2019 dan akan berakhir pada tahun 2026. Penelitian ini didanai oleh donor internasional dan dipimpin oleh Prof. Matthew J. Grigg dari Menzies School of Health Research, Australia, bersama dr. Inke Nadia D. Lubis, PGDip PID, FAAET, M.Ked(Ped), Sp.A(K)., Ph.D dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara sebagai ketua peneliti dari Indonesia.
Fokus utama proyek ini adalah memahami dinamika penularan malaria zoonosis, yaitu malaria yang ditularkan dari hewan ke manusia, yang kini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun, kontribusi Zoomal Project tidak hanya terbatas pada aspek penelitian. Selama tujuh tahun pelaksanaannya, proyek ini juga memberikan dampak yang luas melalui berbagai kegiatan penguatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kemampuan laboratorium, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah penelitian.
Kegiatan Zoomal Project Meeting 2026 diselenggarakan untuk memaparkan berbagai capaian yang telah dihasilkan selama pelaksanaan proyek, mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan, serta menyusun strategi dan rencana tindak lanjut menjelang berakhirnya proyek pada tahun 2026. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta hasil penelitian yang telah memberikan kontribusi terhadap pengendalian malaria zoonosis di Indonesia.
Acara tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari peneliti nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan berbagai institusi pemerintah dan organisasi mitra. Dari luar negeri, peserta berasal dari berbagai institusi terkemuka seperti Menzies School of Health Research, James Cook University, The University of Western Australia, The University of Melbourne, dan University of Augsburg. Selain itu, turut hadir perwakilan dari sejumlah lembaga internasional, antara lain Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU), Indo-Pacific Centre for Health Security, Walter and Eliza Hall Institute (WEHI), Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), serta Exeins Health InitiativeEHI.
Sementara itu, dari Indonesia hadir peneliti dan perwakilan dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, serta berbagai dinas dan instansi terkait di tingkat regional, khususnya dari Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Utara.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi, memberikan masukan, serta bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam pengendalian penyakit zoonosis. Tidak hanya menjadi forum pelaporan hasil penelitian, Zoomal Project Meeting juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam semangat pendekatan One Health, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Melalui pertemuan ini, FK USU bersama seluruh mitra berharap dapat semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam penerapan konsep One Health di Indonesia. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendukung upaya penanggulangan penyakit zoonosis secara lebih efektif, khususnya malaria zoonosis, sekaligus menghasilkan kebijakan dan intervensi berbasis bukti yang memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam jejaring riset internasional, FK USU terus berkomitmen untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pembangunan kesehatan, dan pencapaian tujuan kesehatan global.