Jumat 21 Juli 2023, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) kembali menerima visitasi tim Konsil Kedokteran Indonesia dalam rangka penilaian kelayakan pembukaan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (Sp2) Gastroenterohepatologi, Endokrin Metabolik Diabetes, dan Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU Dr. Edy Ikhsan SH., MA., Dekan Fakultas Kedokteran USU Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe Sp.S(K)., Wakil Dekan I Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K)., Ka. Dept. Ilmu Penyakit Dalam dr. Dina Aprillia Ariestine M.Ked(PD), Sp.PD, K.Ger., Sek. Dept Ilmu Penyakit Dalam Dr. dr. Masrul Lubis Sp.PD-KGEH., dan Ka. Program Studi Sp2 Dr. dr. Imelda Rey M.Ked(PD)., Sp.PD, KGEH., beserta civitas akademika lainnya.

Wakil Rektor I USU Dr. Edy Ikhsan SH., MA., menyatakan para pimpinan USU komitmen dalam pendirian ketiga Sp2 Departemen Penyakit Dalam. Didukung tim konsil kedokteran Indonesia dan Rumah Sakit Adam Malik yang memberikan tingkat kepuasan dan catatan review baik.
Dengan inisiasi berbasis kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta perkembangan ilmu kedokteran, WR I berharap dari respon akademik yang diberikan akan menjadi outcome yang melahirkan spesialis-spesialis tiga bidang ilmu penyakit dalam. Dengan orientasi berkontribusi membantu penguatan kesehatan masyarakat.
Ketua Prodi Dokter Sp2 Ilmu Penyakit Dalam FK USU, Dr. dr. Imelda Rey M.Ked(PD)., Sp.PD, KGEH memastikan standar kompetensi 3 program studi Sp2 dari ilmu penyakit dalam yang akan dibuka yaitu Gastroenterohepatologi, Endokrin Metabolik Diabetes, dan Ginjal Hipertensi mampu mencapai kompetensi yang tertinggi sehingga mencapai tujuan internasionalisasi.

Dengan persiapan kelayakan verifikasi akademik baik dari dosen, sarana dan prasarana, kurikulum pada subspesialis penyakit dalam. Dr. dr. Imelda Rey M.Ked(PD)., Sp.PD, KGEH berharap lebih banyak lagi PPDS FK USU yang dibuka. Karena, fakta lapangan mencatat di Indonesia kekurangan sangat banyak dokter subspesialis.
Mengacu pada peralihan dari Hospital Based ke University Based, salah satu konsilor, dr. Mariatul Fadilah, MARS, Sp. KKLP, PhD., menjelaskan pentingnya calon PPDS melibatkan Tri Dharma perguruan tinggi pada penyusunan proposal.