Pada tanggal 15-19 Juli 2024, seorang dosen, dr. Devi Nafilah Yuzar, M. Ked (PA) Sp. PA dari Departemen Patologi Anatomi dan dua orang analis laboratorium yaitu Lavarina Winda, S.Si, M.Si dari Laboratorium Biologi Molekuler dan Nafiah, S.Si., M.Si dari Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara melakukan kegiatan observasi ke laboratorium Academia, Singapore General Hospital di Singapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dengan SingHealth Duke-NUS Global Health Institute.

Selama di sana, Dr. Devi dan Lavarina Winda melakukan kegiatan observasi di Anatomical Molecular Laboratory (ATOM) di bawah supervisi Dr. Lim Kok Hing dan Ms.

Kegiatan yang dilakukan meliputi peninjauan protokol dan pengamatan semua langkah untuk Next Generation Sequencing (NGS). Dalam observasi tersebut, tim ATOM mendemonstrasikan dan menjelaskan langkah-langkah terkait teknik sekuensing generasi berikutnya yang bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan genetik yang ditemukan pada kanker paru dan kanker usus besar di laboratorium ATOM. Proses ini meliputi langkah-langkah teknik ekstraksi DNA dan RNA dari jaringan yang telah difiksasi dengan parafin (formalin-fixed paraffin-embedded tissue/FFPE) dan jaringan kanker paru dan kanker usus besar yang masih segar. Tim Amoy Dx dari SDGHI juga membahas tentang pemeriksaan RT-PCR untuk kanker paru termasuk prosedur, tujuan, dan gen-gen yang sering diperiksa untuk kanker paru, seperti EGFR, ALK, KRAS, BRAF, NTRK1, NTRK2, NTRK3, ROS1, MET, dan RET.

Observasi terakhir adalah dengan tim bioinformatika mengenai analisis data sekuensing yang dilakukan di Academia. Melalui observasi ini, tim Fakultas Kedokteran USU mendapatkan wawasan mengenai informasi apa saja yang didapatkan dari hasil pemeriksaan NGS pada kasus keganasan khususnya kanker paru. Kegiatan observasi di laboratorium ATOM ini memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai NGS dan semoga kedepannya di Fakultas Kedokteran USU, pemeriksaan NGS khususnya di bidang onkologi, baik untuk tujuan diagnostik maupun penelitian dapat diaplikasikan.

Pada kunjungan yang sama, Nafiah melakukan kegiatan observasi FISH (Florescence in situ hybridization) untuk mendeteksi kelainan kromosom yang berhubungan dengan kanker. Dalam pengamatan tersebut, tim Sitogenetika menjelaskan prosedur kerja pembuatan sediaan FISH dan memperkenalkan alat yang digunakan untuk pemeriksaan FISH dengan menggunakan sampel dari jaringan yang telah difiksasi dengan formalin dan parafin (formalin-fixed parafin-embedded tissue/FPE). Gen yang menjadi target pemeriksaan adalah gen ROS1 yang banyak ditemukan pada beberapa jenis kanker, seperti Non Small Cell Lung Carcinoma (NSCLC).

Nafiah juga mengamati proses preparasi hingga interpretasi menggunakan mikroskop imunofluoresensi yang dipandu oleh Ms. Selain itu, untuk meningkatkan pengetahuan tentang keselamatan kerja di laboratorium, Nafiah juga mengikuti pengarahan tentang keselamatan kerja di laboratorium yang dipandu oleh Ibu Nafiah diajak berkeliling laboratorium sitogenetika sambil menunjukkan peralatan keselamatan laboratorium yang sudah sangat lengkap dan sesuai standar.

ROS1 pemeriksaan menggunakan FISH

Kegiatan tambahan di Laboratorium Sitogenetika adalah pengamatan kultur sel tumor yang dipandu oleh Ibu Syarifah dan pengamatan di Laboratorium Imunohistokimia Patologi Anatomi yang dipandu oleh Ibu Nadiah. Pemeriksaan imunohistokimia di Laboratorium Imunohistokimia Patologi Anatomi menggunakan alat BON III full automatic, sama dengan alat yang ada di Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran USU yang berada di Rumah Sakit USU. Kegiatan observasi yang dilakukan memberikan banyak pengalaman berharga dan menambah ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dan kedepannya dapat dikembangkan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.