Medan, 9 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga sekaligus memperkuat pendekatan preventif dalam kesehatan terus dikembangkan melalui Pelatihan Ahli Ilmu Faal Olahraga yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Republik Indonesia (PAIFORI) bekerja sama dengan PT Wasistha Satoe Jiwa, dengan Fakultas Kedokteran USU sebagai mitra penyelenggara. Kegiatan berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 di Aula Lantai 4 FK USU.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional dalam memahami dan menerapkan ilmu faal olahraga, baik dalam mendukung peningkatan prestasi atlet maupun dalam mencegah berbagai risiko gangguan kesehatan dan penyakit katastropik. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-Being, khususnya dalam mendorong pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup melalui penerapan ilmu kesehatan dan aktivitas fisik yang tepat.
Kegiatan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang profesi, yaitu dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, perawat anestesi, akupunturis, fisioterapist, akademisi dan praktisi olahraga. Keberagaman peserta mencerminkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pembinaan kesehatan dan prestasi olahraga, sehingga pengetahuan mengenai respons tubuh terhadap aktivitas fisik dapat diterapkan secara komprehensif. Hal ini mendukung SDG 4: Quality Education, melalui pengembangan kompetensi profesional dan pembelajaran berkelanjutan di bidang kesehatan dan olahraga.
Ketua PAIFORI Sumatera Utara sekaligus Ketua Departemen Fisiologi FK USU, Dr. dr. Yetty Machrina, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., AIFO-K, menyampaikan bahwa ilmu faal olahraga memiliki posisi strategis dalam memastikan aktivitas olahraga memberikan manfaat optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Ilmu faal olahraga bukan hanya berbicara mengenai bagaimana meningkatkan performa atlet, tetapi juga bagaimana memahami kondisi tubuh secara menyeluruh sehingga olahraga dapat dilakukan secara aman, terukur, dan sesuai dengan kemampuan individu. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat membawa pengetahuan tersebut ke dalam praktik masing-masing,” ungkap dr. Yetty.
Sementara itu, Ketua PAIFORI Pusat, Prof. Dr. dr. Ambrosius Purba, M.Kes., AIFO, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengembangan ilmu faal olahraga di Indonesia.
“Kita membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang memiliki kompetensi dalam ilmu faal olahraga agar pembinaan atlet dan pelaksanaan aktivitas fisik dapat dilakukan berdasarkan pendekatan ilmiah. Dengan demikian, prestasi dapat ditingkatkan tanpa mengesampingkan kesehatan dan keselamatan,” ungkapnya. Penguatan kompetensi tersebut turut mendukung SDG 3 dan SDG 4, karena pendidikan profesional menjadi bagian penting dalam menghasilkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis bukti.

Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, institusi pendidikan, dunia usaha, serta praktisi dalam mengembangkan ekosistem olahraga dan kesehatan yang berkelanjutan. Sinergi antara PAIFORI, PT Wasistha Satoe Jiwa, dan FK USU menjadi bentuk nyata kemitraan lintas sektor dalam memperluas penerapan ilmu faal olahraga di Indonesia. Hal ini sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, FK USU terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga profesional, serta penerapan ilmu kesehatan bagi masyarakat. Kolaborasi dan penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam melahirkan atlet yang lebih berprestasi, sehat, dan aman, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit katastropik melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.