home icon
search icon
menu icon

> Berita > Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif Memberikan Tanda Keahlian kepada 10 Dokter Spesialis dan Pengenalan PPDS Baru

Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif Memberikan Tanda Keahlian kepada 10 Dokter Spesialis dan Pengenalan PPDS Baru

Dipublikasi Pada

08 Februari 2025

Dipublikasi Oleh

Khairul Azmi

Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif Memberikan Tanda Keahlian kepada 10 Dokter Spesialis dan Pengenalan PPDS Baru
Thumbnail Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif Memberikan Tanda Keahlian kepada 10 Dokter Spesialis dan Pengenalan PPDS Baru
“Prestasi yang telah diraih PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran USU dalam dua tahun terakhir. Yang pertama itu adalah prestasi membanggakan atas keberhasilan peserta didik Fakultas Kedokteran USU meraih peringkat lima besar dalam ujian nasional. Dr. Amat Habibie menjadi salah satu lulusan yang mendapat nilai terbaik dalam ujian nasional tahun ini. Kemudian, prodi ini juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas keberhasilannya dalam mengadakan pelatihan bantuan hidup dasar kepada pengendara kendaraan umum dengan jumlah peserta terbanyak.” dr. Andriamuri.

Kamis, 06 Februari 2025. Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran USU mengadakan acara Penyerahan Tanda Keahlian Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Perkenalan Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, serta Perkenalan Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang baru. Bertempat di Grand Ballroom Lantai 3 Hotel Adimulia.

Pelantikan ini ditandai dengan pengalungan medali oleh Ketua Program Studi, dr. Andriamuri Primaputra Lubis M. Ked (An) SpAn-TI, Subsp. TI (K), serta pemberian plakat oleh Sekretaris Program Studi, dr. Rr Sinta Irina, SpAn-TI, Subsp.NA(K)., kepada 10 orang (Alumni 207 – 216) Dokter Spesialis Anestesiologi & Terapi Intensif dan 2 orang Konsultan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.. Acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan mahasiswa baru PPDS Anestesiologi & Terapi Intensif sebanyak 15 orang. 

Dalam sambutan Ketua Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif, dr. Andriamuri Primaputra Lubis M. Ked (An) SpAn-TI, Subsp. TI (K), mengatakan bahwa program studi ini terus berupaya mengembangkan kerja sama internasional. Bulan Mei 2025, Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif melaksanakan kemitraan dengan Departemen Anestesi Universitas Malaya, Malaysia. 

Prodi Anestesiologi & Terapi Intensif pada bulan Mei 2025 nanti, akan menjalin kemitraan dengan Universitas Luar Negeri, yaitu Universitas Malaya, Malaysia.Dalam kerja sama ini tentunya, PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran USU akan dikirim ke Departemen Anestesi Universitas Malaya, Malaysia sebagai observer selama kurang lebih satu bulan.” ujar dr. Andrimuri.

“Tak lupa pula saya juga ingin menyampaikan prestasi yang telah diraih PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran USU dalam dua tahun terakhir. Yang pertama itu adalah prestasi membanggakan atas keberhasilan peserta didik Fakultas Kedokteran USU meraih peringkat lima besar dalam ujian nasional. Dr. Amat Habibie menjadi salah satu lulusan yang mendapat nilai terbaik dalam ujian nasional tahun ini. Kemudian, prodi ini juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas keberhasilannya dalam mengadakan pelatihan bantuan hidup dasar kepada pengendara kendaraan umum dengan jumlah peserta terbanyak.” tambah beliau.

Sekretaris USU, Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked(OG), Sp.OG(K)-Fer, juga turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran USU ini atas kontribusinya dalam mencetak tenaga medis yang berkualitas.

“Kami berharap para lulusan ini dapat berkontribusi di berbagai rumah sakit di Indonesia, khususnya di daerah yang masih kekurangan tenaga spesialis anestesi. Ke depan, kami juga mendorong program studi ini untuk segera membuka pendidikan subspesialis, mengingat tenaga pendidik dan sumber daya yang tersedia sudah cukup memadai,” ujar Prof. Fidel.

Wakil Dekan I FK USU, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K), menyampaikan bahwa ia menekankan pentingnya peran spesialis anestesi dan terapi intensif ini dalam dunia medis. Spesialis anestesi ini juga sangat dibutuhkan di berbagai bidang, baik dalam mendampingi dokter bedah, menangani perawatan intensif di rumah sakit, maupun dalam penanggulangan nyeri. Fakultas Kedokteran USU berkomitmen untuk terus menghasilkan tenaga medis yang profesional dan siap berkontribusi dalam pelayanan Kesehatan.

Ia juga menambahkan bahwa Fakultas Kedokteran USU akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan para peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu agar lebih banyak tenaga spesialis yang dapat berkontribusi di dunia kesehatan.

Berita