Program Studi Spesialis Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) menggelar penyuluhan gizi bagi pasien tuberkulosis paru (TB paru) di Puskesmas Glugur Darat, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Glugur Darat, Jalan Pendidikan No. 8, Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, tersebut mengangkat materi “Ikan Gabus dan Kunyit untuk Pasien TB Paru.” Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi selama menjalani pengobatan TB paru.

Melalui edukasi kesehatan dan pendampingan nutrisi, kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Good Health and Well-Being, khususnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan memperkuat upaya pengendalian tuberkulosis melalui pelayanan kesehatan yang edukatif dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Glugur Darat, dr. Sri Wirya Ningsih, M.Kes., serta dr. Herlina Purba dari Divisi Lintas Klaster. Keduanya menyambut baik pelaksanaan penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pemahaman pasien mengenai peran nutrisi dalam mendukung kondisi tubuh selama masa pengobatan.

Materi penyuluhan disampaikan oleh dosen Program Studi Spesialis Gizi Klinik FK USU, Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi., Sp.GK., Subsp.PK., bersama mahasiswa PPDS Gizi Klinik FK USU, dr. Aprilia Kusuma Putri. Dalam penyuluhan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang cukup, beragam, dan seimbang selama menjalani pengobatan TB paru. Ikan gabus dan kunyit diperkenalkan sebagai bahan pangan yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan menu sehari-hari untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien.

Perhatian terhadap kecukupan dan kualitas asupan pangan tersebut sejalan dengan SDGs 2: Zero Hunger, terutama dalam mendukung pemenuhan nutrisi yang lebih baik bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk pasien dengan penyakit infeksi. Pemanfaatan ikan gabus dan kunyit ditempatkan sebagai bagian dari dukungan nutrisi, bukan sebagai pengganti obat anti-TB maupun terapi yang telah ditetapkan oleh tenaga kesehatan. Pasien tetap diharapkan menjalani pengobatan secara teratur serta mengikuti arahan dokter dan petugas puskesmas.

Selain penyuluhan, peserta juga mengikuti pemeriksaan status nutrisi. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Prodi Spesialis Gizi Klinik FK USU, Puskesmas Glugur Darat, dan Prodia. Kolaborasi lintas institusi tersebut mencerminkan implementasi SDGs 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan primer, dan mitra layanan pemeriksaan kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih komprehensif bagi pasien TB paru.

Pemeriksaan status nutrisi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi nutrisi masing-masing pasien. Melalui pemeriksaan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami kondisi tubuhnya serta lebih memperhatikan kebutuhan asupan selama menjalani pengobatan. Melalui penyuluhan, pemeriksaan status nutrisi, dan kolaborasi lintas institusi ini, Prodi Spesialis Gizi Klinik FK USU menegaskan komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat serta menghadirkan ilmu gizi klinik secara nyata untuk mendukung kesehatan dan pemulihan pasien TB paru.