Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melaksanakan visitasi asesmen lapangan akreditasi Program Studi Spesialis 2 (Sp-2) Subspesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran USU. Rangkaian kegiatan dibuka pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Aula Lantai 3 FK USU dan menjadi bagian penting dalam proses penjaminan mutu serta pengembangan pendidikan kedokteran subspesialis di FK USU.

Visitasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan program studi, sekaligus memperkuat kesiapan FK USU dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi di bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi. Proses asesmen juga menjadi ruang evaluasi terhadap tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, penelitian, serta dukungan rumah sakit pendidikan.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya penguatan sarana dan prasarana laboratorium untuk menunjang kualitas pembelajaran dan riset. Penyediaan peralatan medis (medical tools) di Laboratorium Terpadu menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan fasilitas pendidikan dan penelitian.

“Selain untuk kegiatan pembelajaran dan penelitian, pengembangan laboratorium pusat riset ini juga diarahkan untuk memberikan penerimaan dana tambahan (revenue sharing) bagi universitas,” jelas Rektor.

Penguatan fasilitas pendidikan dan penelitian tersebut sejalan dengan SDG 4: Quality Education, khususnya dalam mendukung tersedianya lingkungan pembelajaran yang berkualitas serta fasilitas pendidikan yang mampu menunjang pengembangan kompetensi peserta didik. Peningkatan kapasitas laboratorium juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset di lingkungan FK USU.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP H. Adam Malik, dr. Faisal Habib, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, menyampaikan bahwa pelayanan pulmonologi dan respirasi merupakan salah satu layanan unggulan di RSUP H. Adam Malik. Ia menjelaskan bahwa FK USU bersama pihak rumah sakit telah berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit mitra sebagai Rumah Sakit Satelit untuk menjamin kecukupan dan keberagaman kasus bagi peserta didik.

Ketersediaan variasi kasus serta penguatan jejaring rumah sakit pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung pengalaman klinis peserta didik. Hal ini turut berkontribusi terhadap SDG 3: Good Health and Well-Being, melalui upaya peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan yang pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi.

“FK USU bersama pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit mitra sebagai Rumah Sakit Satelit guna menjamin kecukupan variasi kasus bagi para peserta didik,” jelas dr. Faisal.

Ketua Tim Asesor LAM-PTKes, Prof. dr. Wiwien Heru Wiyono, PhD, Sp.P(K), mengapresiasi sinergi antara pimpinan fakultas dan pimpinan rumah sakit dalam mendukung penyelenggaraan Program Studi Sp-2 Subspesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.

“Sinergi ini merupakan modal utama dalam penyelenggaraan program studi subspesialis agar dapat terus berkembang dan menghasilkan dokter spesialis pulmonologi serta kedokteran respirasi yang andal, unggul, dan siap mendukung pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Melalui visitasi ini, FK USU terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan kedokteran subspesialis, memperkuat sarana dan prasarana, serta membangun jejaring klinis dan akademik yang berkelanjutan guna menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.