(11/07/2026) Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran USU kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak melalui penyelenggaraan Workshop Manajemen Nutrisi untuk Bayi Prematur & Bayi Diare. Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Prodi, Medan.

Tujuan dilaksanakannya workshop ini Adalah menjadi wadah pembelajaran ilmiah bagi para tenaga kesehatan untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan tata laksana nutrisi yang tepat, efektif, dan berbasis bukti pada kelompok bayi dengan risiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Selain memperkuat kompetensi klinis, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan diskusi interaktif antara akademisi, dokter spesialis anak, tenaga kesehatan, serta peserta dari berbagai institusi pelayanan kesehatan.

Penyelenggaraan workshop ini mencerminkan komitmen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Dengan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi mutakhir, diharapkan pelayanan kepada bayi, khususnya bayi prematur dan bayi dengan gangguan nutrisi akibat diare, dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga angka komplikasi, malnutrisi, dan risiko stunting dapat ditekan sejak dini.

Lebih dari sekadar kegiatan ilmiah, workshop ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata FK USU terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya peningkatan kualitas nutrisi bayi berkontribusi pada SDG 1 (No Poverty) melalui pengurangan beban ekonomi keluarga akibat penyakit dan malnutrisi, SDG 2 (Zero Hunger) dengan mendorong pemenuhan nutrisi yang optimal sejak awal kehidupan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan berbasis pendidikan berkelanjutan.

Di sisi lain, pelaksanaan workshop ini juga memperkuat implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, klinisi, rumah sakit pendidikan, dan berbagai institusi kesehatan dalam membangun pelayanan kesehatan anak yang lebih berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan.