home icon
search icon
menu icon

Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

Program Pendidikan Dokter Subspesialis (Sp-2)

Program Spesialis-2 Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Sumatera Utara (USU) menawarkan pendidikan tingkat lanjut bagi para dokter yang telah menyelesaikan program spesialisasi tahap pertama dalam bidang kedokteran. Program ini bertujuan melatih para dokter spesialis dalam diagnosis, penanganan, dan perawatan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Mahasiswa akan mendapatkan pelatihan dan pengetahuan intensif dalam berbagai aspek pulmonologi, termasuk diagnosis dan manajemen penyakit pernapasan kronis, terapi inhalasi, intervensi bedah, dan perawatan pasca operasi. Para lulusan diharapkan dapat menjadi spesialis yang ahli dan berkualitas dalam penanganan penyakit pernapasan, berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat, dan memberikan pelayanan kesehatan respirasi yang berkualitas tinggi di Indonesia.

Subspesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
ornament

Sejarah

1937

Koningin Emma Klinik merupakan awalnya pusat dalam pelayanan penyakit paru, yakni suatu klinik yang didirikan sejak tahun 1937 di bawah naungan Stichting Centrale Vereniging tot Bestrijding der Tuberculose (SCVT) merupakan yayasan pusat pemberantasan tuberkulosis di Medan yang khusus menangani tuberkulosis dilengkapi dengan biro konsultasi yang pada saat itu menjadi suatu kemajuan di bidang penanganan tuberkulosis karena sebelumnya pemecahan masalah lebih ditekankan pada perawatan penderita di sanatorium.

1952

Pada tahun 1952, berdirinya Rumah Sakit Paru-Paru Medan (RSPP) di Jl. Perintis Kemerdekaan yang pada saat itu dikenal Jalan Jati Medan. Rumah sakit paru-paru Medan (RSPP) tidak di bawah administrasi Rumah Sakit Pirngadi Medan walaupun bersebelahan tapi berdiri sendiri dan terakhir dikenal sebagai BP4 Medan. Sayangnya, bangunan yang ada prasasti dari International Union Against Tuberculosis Disease (IUALTD) suatu badan di bawah WHO ini harus dipindahkan ke Jalan Gaperta Ujung dan dibangun rumah mewah. Pendidikan Ilmu Penyakit Paru sejak awal berdiri dilaksanakan di tempat ini, baik itu pendidikan profesi dokter maupun pendidikan dokter spesialis. Dr. H. Raden Soeroso yang memimpin Rumah Sakit Paru Medan sejak tanggal 8 Maret 1957 dan dikukuhkan sebagai guru besar luar biasa (long arts) spesialis paru.

1958

Pada tahun 1958, Prof. H. R Soeroso menjadi perintis pendiri Departemen Ilmu Penyakit Paru Medan sekaligus menjabat Ketua Departemen Ilmu Penyakit Paru dan diangkat menjadi Dekan Fakultas Kedokteran USU pada tahun 1959. Departemen Ilmu Penyakit Paru FK USU merupakan salah satu pusat pendidikan diantara tiga pusat pendidikan yang paling awal berdirinya di Indonesia dan berdiri sendiri tanpa harus pemekaran dari Ilmu Penyakit Dalam. Selanjutnya, berturut-turut yang menjabat sebagai kepala bagian adalah: dr. HM Mochtar Tarigan. Sp.P dari tahun 1980 s.d. 1986, dr. Luhur Soeroso. Sp.P tahun 1986 s.d. 1995, dr. Sugito, Sp.P(K) tahun 1995 s.d. 1997 dan dr. Sumarli, Sp.P(K) dari tahun 1998 s.d. 2000, dan Prof. dr. Luhur Soeroso. Sp.P(K) dari tahun 2000 s.d. sekarang.

2024

Sampai saat ini, Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Medan telah mencetak lebih dari 81 Dokter Spesialis Paru. Pendidikan dilaksanakan di RS. H. Adam Malik Medan, Rumah Sakit Haji Medan, Balai Pengobatan Penyakit Paru (BP4) Medan, RS Pirngadi, dan RS Tembakau Deli Medan. Pada tanggal 23 Desember 2023, berdasarkan Surat Keputusan Perkumpulan LAM-PTKes N0: 0053/LAM-PTKes/AkrPSB.PTN-BH/SubSpe/XII/2023 telah ditetapkan Program Studi Subspesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Sp-2) Universitas Sumatera Utara, memenuhi Akreditasi Minimum.

ornament

Visi & Misi

ornament

Tujuan & Sasaran