home icon
search icon
menu icon

Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal

Program Pendidikan Dokter Spesialis (Sp-1)

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.

ornament

Peminatan

Berikut adalah daftar peminatan yang terdapat pada Spesialis Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal

Kriminalistik

Kriminalistik

Kriminalistik dalam Ilmu Kedokteran Forensik merupakan kelompok yang fokus pada penerapan ilmu kedokteran forensik dalam investigasi kriminal. Mereka mempelajari teknik dan metode analisis terkait bukti-bukti forensik, seperti sidik jari, DNA, tulang, dan serat kain, serta menguji keabsahan dan keandalan bukti tersebut. Selain itu, mereka juga berperan dalam mengevaluasi alat bukti dan memberikan kesaksian ahli dalam pengadilan. Kelompok ini bekerja sama dengan ahli kriminologi, polisi, jaksa, dan hakim untuk menyediakan bukti forensik yang dapat digunakan dalam pengadilan. Tujuan utama dari Kriminalistik adalah memberikan kontribusi yang penting dalam investigasi kriminal dengan menyediakan bukti ilmiah yang kuat. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam mengidentifikasi dan menganalisis bukti-bukti forensik yang kemudian dapat digunakan untuk mendukung penegakan hukum dan membawa pelaku keadilan. Bidang ini memiliki peran integral dalam sistem peradilan pidana, membantu memastikan bahwa bukti-bukti yang diperoleh dapat dipercaya dan akurat.
Toksikologi Forensik

Toksikologi Forensik

Toksikologi Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang fokus pada deteksi dan analisis bahan kimia atau zat beracun pada tubuh manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, untuk menentukan peran zat tersebut dalam kematian atau cedera seseorang. Kelompok ini mempelajari berbagai metode analisis seperti kromatografi, spektroskopi, dan mikroskopi untuk mengidentifikasi zat-zat tersebut. Selain itu, mereka juga mengevaluasi efek jangka pendek dan jangka panjang dari zat-zat tersebut pada tubuh manusia. Kelompok ini bekerja sama dengan ahli kedokteran forensik lainnya, seperti ahli patologi dan ahli identifikasi mayat, serta tim investigasi kriminal dan pengadilan. Tujuan utama dari Toksikologi Forensik adalah menyediakan bukti ilmiah yang akurat tentang paparan dan efek zat-zat beracun pada kasus kematian atau keracunan. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam menganalisis dan menginterpretasikan data toksikologi untuk membantu penyelidikan dan memberikan klarifikasi yang penting dalam proses peradilan. Bidang ini memiliki peran penting dalam memahami penyebab kematian atau keracunan dan memastikan keadilan dalam sistem hukum.
Odontologi Forensik

Odontologi Forensik

Odontologi Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari aplikasi ilmu gigi dalam investigasi forensik. Kelompok ini menggunakan pengetahuan tentang struktur dan identifikasi gigi manusia, termasuk radiografi dan rekonstruksi gigi, untuk membantu mengidentifikasi korban kematian atau trauma. Mereka juga menganalisis jejak gigi dan gigitan untuk membantu menentukan identitas pelaku kejahatan atau korban. Selain itu, kelompok ini juga melakukan identifikasi gigi dalam situasi bencana atau perang. Kelompok Odontologi Forensik bekerja sama dengan ahli kedokteran forensik lainnya, seperti ahli patologi dan ahli identifikasi mayat, serta tim investigasi kriminal dan pengadilan. Tujuan utama dari Odontologi Forensik adalah memberikan identifikasi yang akurat dan membantu dalam investigasi kejahatan atau situasi kegawatdaruratan. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam analisis struktur gigi untuk membantu penyidikan dan memberikan kontribusi yang penting dalam identifikasi individu. Bidang ini memiliki peran kritis dalam membantu penyidikan, terutama dalam situasi di mana identifikasi korban sulit dilakukan dengan metode konvensional.
Psikiatri Forensik

Psikiatri Forensik

Psikiatri Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari kaitan antara gangguan mental dan perilaku kriminal. Mereka mengidentifikasi dan mengevaluasi gangguan mental pada tersangka kriminal dan menilai keadaan mereka pada saat melakukan tindakan kriminal. Kelompok ini juga bertugas untuk menentukan kelayakan untuk diadili dan memberikan rekomendasi pengobatan pada kasus-kasus tertentu. Selain itu, Psikiatri Forensik juga memberikan saksi ahli di pengadilan dan membantu sistem peradilan pidana dalam mengambil keputusan yang tepat terkait dengan tindakan hukum terhadap tersangka dengan gangguan mental. Tujuan utama dari Psikiatri Forensik adalah memberikan pemahaman yang akurat tentang kondisi mental individu yang terlibat dalam sistem peradilan pidana. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam memberikan penilaian dan rekomendasi yang tepat dalam konteks hukum, yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan hukum yang adil dan bermartabat. Bidang ini memiliki peran integral dalam memahami keterkaitan antara gangguan mental dan perilaku kriminal, membantu menilai kapasitas mental individu, dan memberikan rekomendasi yang dapat mempengaruhi jalannya proses hukum.
Entomologi Forensik

Entomologi Forensik

Entomologi Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari aplikasi serangga dalam investigasi forensik. Kelompok ini menggunakan pengetahuan tentang serangga untuk menentukan interval kematian, tempat kejadian perkara, dan kondisi lingkungan pada saat terjadinya suatu kejadian forensik. Mereka mempelajari siklus hidup serangga dan bagaimana serangga dapat digunakan untuk mengidentifikasi korban atau pelaku kejahatan. Selain itu, Entomologi Forensik juga digunakan untuk menentukan apakah tubuh korban pernah dipindahkan atau dimanipulasi setelah kematian. Kelompok ini bekerja sama dengan ahli kedokteran forensik lainnya, seperti ahli patologi dan ahli identifikasi mayat, serta tim investigasi kriminal dan pengadilan. Tujuan utama dari Entomologi Forensik adalah memberikan penilaian ilmiah yang akurat terkait waktu kematian dan kondisi tubuh pada kasus-kasus forensik. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam mengidentifikasi dan menganalisis informasi yang diberikan oleh serangga pada situasi forensik. Bidang ini memiliki peran penting dalam membantu penyidikan, terutama dalam menentukan waktu kematian yang sangat relevan dalam kasus kriminal atau bencana.
Antropologi Forensik

Antropologi Forensik

Antropologi Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari aplikasi metode antropologi dalam investigasi forensik. Kelompok ini menggunakan pengetahuan tentang tulang manusia, seperti identifikasi jenis kelamin, usia, dan etnis, serta analisis trauma tulang dan kerangka, untuk membantu mengidentifikasi korban kematian dan memahami keadaan kematian mereka. Selain itu, Antropologi Forensik juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi korban kejahatan genosida dan bencana masa lalu. Kelompok ini bekerja sama dengan ahli kedokteran forensik lainnya, seperti ahli patologi dan ahli identifikasi mayat, serta tim investigasi kriminal dan pengadilan. Tujuan utama dari Antropologi Forensik adalah memberikan identifikasi yang akurat, memberikan bukti ilmiah tentang cedera atau tanda-tanda yang dimiliki korban, serta membantu dalam penyelidikan kejahatan. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam analisis tulang dan struktur anatomi manusia untuk mendukung penyidikan dan identifikasi korban. Bidang ini memiliki peran yang penting dalam membantu penyidikan, terutama dalam kasus di mana identifikasi korban sulit dilakukan dengan metode konvensional.
Balistik Forensik

Balistik Forensik

Balistik Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari aplikasi ilmu fisika dan matematika dalam investigasi kriminal. Kelompok ini menggunakan pengetahuan tentang senjata api dan amunisi untuk mengidentifikasi senjata yang digunakan dalam tindakan kriminal, menentukan jarak dan arah tembakan, serta memahami kondisi fisik korban saat tertembak. Mereka juga dapat melakukan simulasi digital untuk merekonstruksi adegan kejahatan. Balistik Forensik bekerja sama dengan ahli kedokteran forensik lainnya, seperti ahli patologi, ahli serologi, dan ahli identifikasi mayat, serta tim investigasi kriminal dan pengadilan. Tujuan utama dari Balistik Forensik adalah memberikan analisis ilmiah yang akurat terkait senjata api, amunisi, dan dampaknya pada tubuh manusia. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam menginterpretasikan bukti balistik dan memberikan laporan forensik yang komprehensif. Bidang ini memiliki peran penting dalam penyelidikan kejahatan yang melibatkan senjata api, membantu penyidik dan pengadilan untuk memahami bagaimana kejadian kejahatan terjadi dan mengonfirmasi atau membantah pernyataan saksi.
Serologi dan Biologi Molekuler Forensik

Serologi dan Biologi Molekuler Forensik

Serologi dan Biologi Molekuler Forensik adalah kelompok keilmuan dalam Ilmu Kedokteran Forensik yang mempelajari aplikasi teknik laboratorium untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi biologis dari sampel bukti dalam kasus forensik. Kelompok ini menggunakan pengetahuan tentang genetika, imunologi, dan biokimia untuk mengidentifikasi sumber sampel biologis, seperti darah, saliva, semen, dan DNA. Mereka juga dapat menghasilkan profil DNA dari sampel biologis, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan dan membebaskan orang yang tidak bersalah. Serologi dan Biologi Molekuler Forensik bekerja sama dengan ahli kedokteran forensik lainnya, seperti ahli patologi, ahli balistik, dan ahli identifikasi mayat, serta tim investigasi kriminal dan pengadilan. Tujuan utama dari Serologi dan Biologi Molekuler Forensik adalah memberikan analisis ilmiah yang akurat terkait cairan biologis dan DNA dalam konteks forensik. Mahasiswa diarahkan untuk menjadi ahli dalam teknik serologi dan biologi molekuler yang relevan untuk penyelidikan forensik. Bidang ini memiliki peran penting dalam penyelidikan kejahatan yang melibatkan bukti-bukti biologis, membantu penyidik dan pengadilan untuk memahami dan membuktikan fakta-fakta yang terkait dengan kejahatan.
ornament

Biaya Studi

Berikut adalah biaya studi Program Studi Sp-1 Kedokteran Forensik Dan Studi Medikolegal
Spesialis Kedokteran Reguler
Rp19.000.000 Per Mahasiswa / 1 Semester
Spesialis Kedokteran Iuran Pengembangan Institusi (IPI) (Khusus Jalur Mandiri)
Rp25.000.000 Sekali Bayar
Spesialis Kedokteran Sumbangan Pengembangan Pendidikan
Rp19.000.000 Per Mahasiswa / 1 Semester
Spesialis Kedokteran Dana Kelengkapan Akademik
Rp38.000.000 Per mahasiswa/ 1 semester
ornament

Capaian Pembelajaran

Ilmu Kedokteran Forensik adalah cabang ilmu kedokteran spesialis yang memiliki kemampuan mengelola barang bukti medis berupa benda-benda biologis manusia yang hidup ataupun yang sudah meninggal dunia untuk dijadikan alat bukti hukum, termasuk melacak bagian bagian tubuh untuk kepentingan identifikasi. Target capaian lulusan pembelajaran adalah diharapkan setiap mahasiswa Ilmu Kedokteran Forensik mampu mengelola barang bukti medis terhadap seseorang manusia, baik hidup maupun mati, ataupun dari tubuh manusia berupa temuan dan interpretasinya di bawah sumpah dan untuk kepentingan peradilan.

Capaian Pembelajaran
1 Mampu melaksanakan praktik kedokteran forensik dan Medikolegal secara profesional dan beretika sesuai dengan nilai dan prinsip menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
2 Mampu melakukan praktik kedokteran forensik dengan menyadari keterbatasan, mengatasi masalah personal, senantiasa mengembangkan diri, mengikuti penyegaran dan peningkatan pengetahuan secara berkesinambungan, menjadi manusia pembelajar dari berbagai suasana dan lingkungan kerja/ pengabdian dan serta mengembangkan pengetahuan demi pencapaian pembuktian ilmiah tertinggi dalam proses penegakan keadilan.
3 Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan korban, keluarga, penyidik, masyarakat, kolega dan profesi lain dalam rangka pembuktian ilmiah tertinggi dalam proses penegakan keadilan.
4 Mampu memberikan masukan kepada para pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan dan pengajaran ilmu kedokteran forensik dan Medikolegal melalui riset, pemanfaatan teknologi informasi, dan kedokteran berbasis bukti dalam praktik kedokteran forensik
5 Mampu menyelesaikan kasus kedokteran forensik berdasarkan landasan ilmiah kedokteran humaniora yang mutakhir untuk pembuktian optimal demi kepentingan keadilan.
6 Mampu menatalaksana kasus kedokteran forensik sesuai kewenangan secara individu, tim ataupun atas nama kelembagaan, dan mengelola instalasi kedokteran forensik fasilitas pelayanan kesehatan atau lembaga berwenang lainnya sesuai standar profesi dan pelayanan.